17/02/20

Menyusun Kata-Kata Menjadi Kalimat. Pelajaran Bahasa Inggris untuk SMP


   Selamat berkunjung di blog ini. Saat  ini postingan mengenai pelajaran Bahasa Inggris untuk SMP. Siswa siswi nantinya diharapkan dapat menyusun kata-kata menjadi kalimat atau menyusun kalimat-kalimat yang telah disediakan menkjadi paragraph atau teks. Berbeda dengan kemampuan menulis aktif, yaitu siswa siswi diminta untuk membuat sendiri kalimat-kalimat atau paragrafnya. Contoh lain dari kemampuan menulis pasif ini adalah kemampuan siswa melengkapi suatu teks dengan kata-kata tertentu seperti kata ganti, kata kerja, atau kata benda.

1. Menyusun kata-kata Menjadi Kalimat
   Untuk dapat menyusun kata-kata menjadi kalimat, kita perlu memahami terlebih dahulu kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris serta polanya. Berikut ini jenis-jenis kalimat yang perlu dipahami.
1. Kalimat sederhana (simple sentence)
2. Kalimat majemuk (compound sentence)
3. Kallimat bertingkat (complex sentence)
4. Kalimat perintah/larangan
5. Kallimat peringatan
6. Kalimat dengan kutipan

* Kalimat sederhana (Simple sentence)
   Kalimat sederhana diketahui dari polanya yang hanya terdiri atas subjek dan predikat.
  Berikut ini pola-pola penting kalimat sederhana untuk dipelajari:

a. Subjek (kata benda/kata ganti) + to be +  kata sifat/kata benda/keterangan tempat/waktu.
      Contoh :
* The car is new.
* Ali is clever.
* Your pen is under the table.
* Yesterday was Sunday.
* Mr. Alwi is a director.
* That is a house.
* They are students.
* I am a student

b. Subjek (kata benda/kata ganti) + kata kerja + keterangan tempat/waktu
Contoh:
* The sun rises in the east.
* She got up at ten past five.

c. Subjek (kata benda/kata gantu) + kata kerja + objek (kata benda/kata ganti) + keterangan  cara/waktu/tempat
Contoh:
* The girl hit the boy repeatedly just now
* I put your pen here just now

d. Subjek (kata benda/kata ganti) + kata kerja dengan to (to infinitive) + kata benda + keterangan waktu/tempat
Contoh:
* I want to study mathematics now.
* Pele tried to help me yesterday.

e. Subjek (kata benda/kata ganti) + kata kerja + kata benda/kata ganti + kata kerja dengan to (to infinitive) + kata benda + keterangan waktu/tempat
Contoh:
* I want the boys to play soccer over there.
* She told me to answer the questions last night.

f. There + to be + subjek (kata benda) + kata keterangan tempat + waktu
      Contoh:
* There is a truck behind this house.
* There are two teachers in the classroom now.

g. Subjek (kata benda/kata ganti) kata kerja + objek langsung (kata benda)
      Contoh:
* The cat has torn my cloth.
* The girls are attending their class.

h. Subjek (kata benda/kata ganti) + kata kerja + objek tidak langsung (kata benda/kata ganti) + objek langsung (kata benda/kata kerja)
Contoh:
* I will ask him a question.
* Willianty made her sister a blouse.
* He let her go.
i. Subjek (kata benda/kata ganti) + kata kerja + kata sifat
Contoh:
* He looks sad.
* She feels happy.

Dari contoh-contoh di atas, kata benda dan kata kerja terdiri atas satu suku kata saja. Sebenarnya dalam kalimat, satu kata benda dapat ditambah dengan kata lain seperti article, kata sifat, kata penghubungatau frasa yang mungkin diletakkan di depan atau di belakangnya sehingga membentuk frasa/kelompok kata benda/kata kerja dalam kalimat.

Contoh:
* Ana and Ayu look very happy.
* The clever boy’sname is Andika.
* The man near the door wants us to buy his yellow bike over there.
* Siti is one of the cleverest students in this school.
* Yesterday I bought, washed, and cooked the rice by myself.
Kata kerja bisa juga ditambah dengan kata bantu untuk membentuk macam-macam tenses.
Contoh:
1. 1. study English every day.
   2. I am studying English now.
   3. I am going to take an English course tomorrow.
   4. I will study English seriously next semester.
   5. I have studied English for two years.
   6. I was studying Biology when Andi came.
   7. I studied German last year.

    Selain itu, perlu diketahui juga bahwa kalimat-kalimat di atas termasuk kalimat positif. Kalimat-kalimat di atas termasuk kalimat positif. Kalimat ini bias juga diubah ke bentuk negatif dan pertanyaan.



* Kalimat majemuk(Compound sentence)
  Kalimat majemuk terdiri atas dua kalimat yang dihubungkan dengan titik   koma, koma atau kata penghubung setara, misalnya and, but, dan or.

  Contoh:
1. I am studying and my brother is drawing.
2. This is the wrong book; that is the right one.
3. John has finished the lesson, but Tom has not begun it yet.
4. Are you studying, nor are you just reading the book?
5. I am not studying, nor am I reading.
6. He never goes to the movies, nor does he listen to the radio.
7. I looked at the dress, and I bought it.
8. Sheila I here, but she must leave soon.
9. My father likes music very much and so do I.
10.Ria has a cat and Vita does, too.
11.I don’t like playing soccer, and my brother does not either.
12.I did not go anywhere last night, and neither did my sister.

* Kalimat bertingkat (Complex sentence)

  Kalimat ini ditandai dengan adanya anak kalimat  yang menduduki posisi     subjek, objek kalimat atau keterangan dalam kalimat induknya. Anak kalimat adalah bagian dari kalimat yang sudah memiliki subjek dan kata kerja, namun belum memiliki arti penuh. Anak  kalimat diawali dengan kata-kata tertentu seperti when (ketika), before (sebelum), after (sesudah), because (karena), atau relative pronoun who, which, dan that, yang mengganti kata benda yang memiliki arti 'yang'. Pelajari contoh berikut ini (kalimat yang digarisbawahi adalah anak kalimat.

1. Anak kalimat untuk menerangkan waktu
Contoh:
*  I usually have breakfast before I go to school.
*  After I take a shower, I always dry myself off.
*  When my alarm clock rings, I usually wake up.
*  You must stay here until I come back.

2. Anak kalimat untuk menerangkan kata benda
Contoh:
* The man who helped me is Mr. Toha.
* She knows the girl who took your books.
* This is the book, which I need very much.
* The boy that came here just now is my brother.
* I believe that the man is very generous.

3. Anak kalimat untuk mengungkapkan perasaan atau sikap
Contoh:
* I am happy that she won the match.
* I am sorry I cannot help you.

4. Anak kalimat untuk menerangkan hubungan logis bersyarat.
Contoh:
* You will pass the exam if you study hard.

5. Anak kalimat untuk menyatakan alas an.
Contoh:
* The boy is crying because his mother passed away.

6. Anak kalimat untuk mengungkapkan keterangan benda dan mengganti posisi objek
Contoh:
* I believe that she is clever.
* I think that you are right.

Note:
Selain kalimat-kalimat positif di atas, terdapat pula kalimat negative dan pertanyaan.
Contoh:
*      Does she know the girl who took my books?
*       She does not know the girl who took your books.

*       Kalimat perintah
  Kalimat ini diawali dengan kata kerja dasar atau pertama atau “be”   untuk meminta orang meiliki sifat-sifat tertentu.

  Pola:
*       Verb 1 + ( kata benda/keterangan cara)
*       Be + kata sifat
*      Be + kata sifat + kata benda

Contoh:
*       Clean the table!
*       Drive carefully!
*       Be good!
*       Be a diligent boy!

*      Kalimat larangan
Kalimat ini diawali dengan kata ‘don’t’.
Pola: Don’t/Do not + Verb 1.

Contoh:
*      Don’t go away.
*      Don’t be lazy.

*      Kalimat peringatan
  Kalimat ini berisiperingatan bagi orang lain agar terhindar dari mara bahaya.

Contoh:
*      Watch out!

Note:
Untuk menunjukkan kesantunan,  kalimat perintah dan larangan di atas dapat juga ditambah kata “please” di depan atau di belakang kalimat.

*      Kalimat dengan kutipan
  Suatu kalimat ada yang memuat kutipan tertentu. Cara pengutipannya ada yang langsung (direct quotation) dan tidak langsung (indirect quotation). Perhatikan contoh berikut:

-    Direct quotation
Contoh:
>  He said, “I write for newspapers.”
>  “I write for newspapers,” he said, “and sometimes I write for magazines, too.”
-   Indirect quotation
Contoh:
>  She said that she liked that dress.
Note:
Dengan memahami pola-pola kalimat di atas, maka hanya dengan melihat suatu kumpulan kata-kata acak secara sekilas, siswa diharapkan dapat menentukan jenis kalimat dan polanya. Dengan mengetahui pola kalimat, maka siswa dapat mengetahui susunan kata yang seharusnya dipilih atau dibuat.








   Demikianlah sementara postingan pelajaran bahasa Inggris untuk SMP, nanti akan saya lanjutkan pada bagian berikutnya yaitu: Menyusun Kalimat-kalimat menjadi Paragraf, Cloze teks, serta latihan soal-soal. Semoga berguna, dan sampai berjumpa lagi.