22/07/19

Albert Einstein : Sekilas tentang ilmuwan ternama

Seorang Pakar eksentrik yang teori relativitasnya mengubah pandangan tentang alam semesta.

     Bumi kita, matahari, serta planet-planetnya termasuk dalam galaksi yang sama, yang tersusun dari sekitar dua milyar bintang. Masih ada ratusan galaksi lain yang telah diketahui terdapat di alam semesta ini. Kebesaran dan keagungan alam semesta inilah yang mempesona Einstein sehingga ia bertekad menguak keajaibannya. Ketika ramalannya bahwa ruang angkasa berbentuk lengkung tampaknya terbukti, ia segera menjadi orang terkenal.

    Karya tulis yang pertama pertama, berjudul "Pada Sudut Pandang Heuristik Mengenai Produksi dan Transformasi Cahaya," Einstein berteori bahwa cahaya terdiri dari kuanta individu (foton) yang menunjukkan sifat mirip partikel sementara secara kolektif berperilaku seperti gelombang. Hipotesis, sebuah langkah penting dalam pengembangan teori kuantum, dicapai melalui pemeriksaan Einstein tentang efek fotolistrik, sebuah fenomena di mana beberapa padatan memancarkan partikel bermuatan listrik ketika terkena cahaya. Karya ini nantinya akan memberinya Hadiah Nobel Fisika 1921. Dalam makalah kedua, ia menyusun metode baru untuk menghitung dan menentukan ukuran atom dan molekul dalam ruang tertentu, dan pada makalah ketiga ia menawarkan penjelasan matematis untuk gerakan tak menentu konstan dari partikel yang tersuspensi dalam cairan, yang dikenal sebagai Brown gerakan. Kedua makalah ini memberikan bukti yang tidak terbantahkan tentang keberadaan atom, yang pada saat itu masih diperdebatkan oleh beberapa ilmuwan. Karya Tulis Ilmiah berikutnya (ketiga), adalah Relativitas khusus atau teori relativitas khusus. Teori inilah menggantikan pendapat Newton tentang ruang dan waktu dan memasukan elektromagnetisme sebagaimana tertulis oleh persamaan Maxwell.
     Karya ilmiah keempat Einstein yang inovatif pada tahun 1905 membahas apa yang disebutnya teori relativitas khususnya. Dalam relativitas khusus, waktu dan ruang tidak absolut, tetapi relatif terhadap gerakan pengamat. Dengan demikian, dua pengamat yang bergerak dengan kecepatan tinggi dalam hal yang berkaitan satu sama lain tidak perlu mengamati peristiwa simultan dalam waktu pada saat yang sama, juga tidak harus setuju dalam pengukuran ruang mereka. Dalam teori Einstein, kecepatan cahaya, yang merupakan kecepatan pembatas dari setiap benda bermassa, adalah konstan dalam semua kerangka acuan. Dalam makalah kelima tahun itu, sebuah eksplorasi matematika relativitas khusus, Einstein mengumumkan bahwa massa dan energi adalah setara dan dapat dihitung dengan persamaan, E = mc2.  Meskipun publik tidak cepat merangkul ilmu revolusionernya, Einstein disambut ke dalam lingkaran fisikawan Eropa yang paling terkemuka dan diberikan jabatan profesor di Zurich, Praha dan Berlin. Pada tahun 1916, ia menerbitkan "Landasan Teori Relativitas Umum," yang mengusulkan bahwa gravitasi, serta gerak, dapat memengaruhi interval waktu dan ruang. Menurut Einstein, gravitasi bukanlah gaya, seperti yang dikemukakan Isaac Newton, tetapi medan melengkung dalam kontinum ruang-waktu, yang diciptakan oleh kehadiran massa. Sebuah objek dengan massa gravitasi yang sangat besar, seperti matahari, karenanya akan tampak membengkokkan ruang dan waktu di sekitarnya, yang dapat ditunjukkan dengan mengamati cahaya bintang saat mengitari matahari dalam perjalanannya ke bumi. Pada tahun 1919, para astronom mempelajari prediksi gerhana matahari yang diverifikasi Einstein dalam teori relativitas umum, dan ia menjadi selebritas semalam. Kemudian, prediksi lain tentang relativitas umum, seperti pergeseran orbit planet Merkurius dan kemungkinan adanya lubang hitam, dikonfirmasi oleh para ilmuwan.

 NASA Mengumpulkan Data Gravitasi untuk Menguji Teori Einstein


     Pada tahun 1919, di ruang pertemuan organisasi yang sudah ratusan tahun menyandang nama besar, bertempat di London tepatnya Roral Society. Berkumpullah dengan penuh sesak orang-orang yang terdiri dari para pakar fisika dan astronomi terkemuka di Eropa. Dengan penuh perhatian mereka tengah menyimak prsentasi dari dua orang sejawat senior mereka, Dr.Crommelin dan Profesor Eddington. Kedua orang itu menguraikan hasil-hasil risetmereka yang terbaru,dari observatorium-observatorium di pantai Brazil dan Afrika Barat.
   Crommelin dan Edington telah memotret sejumlah bintang, yang biasanya hanya tampak pada malam hari yang gelap, atau pada siang hari, meskipun jarang sekali. Prosedur pemotretannya tidak aneh, tetapi kemudian ketika hasil pemotretan dipelajari lenih seksama, mereka menemukan bahwa bintang-bintang yang terletak disitu tidak terletak pada posisi yang semestinya. Posisi semua bintang itu agak bergeser ke samping. Ini aneh dan tidak mungkin, tetapi yang mereka hadapi adalah kenyataan. Apakah yang sesungguhnya telah terjadi ?

Ramalan Einstein

    Meskipun demikian, ada satu orang, Albert Einstein, yang sama sekali tidak terkejut ketika menyatakan hasil pengamatan Crommelin dan Eddington tersebut. Einstein justru merasa senang dan lega, mengapa ?, Ia pernah memperkirakan yang mereka temukan itu jauh sebelumnya. Di tahun 1915, ia telah meramalkan bahwa hasil pemotretan itu akan demikian adanya. Ia telah meramalkan bahwa sinar-sinar cahaya yang datang dari bintang-bintang yang jauh akan melengkung ketika melewati matahari, dan oleh pengamat di bumi hal ini akan terasa seolah bintang-bintang itu telah pindah. Ia bahkan telah memprakirakan sampai seberapa jauh pembelokan itu terjadi, sehingga orang
dapat mengetahui seberapa jauh bintang yang diamati seakan berpindah tempat.
   Einstein telah membuat ramalan-ramalan ini sebagai bagian dari sebuah teori~sekarang dikenal sebagai teori relativitas~sejak tahun 1905. Jika teori itu benar, maka akan betul-betul mengubah pemahaman orang tentang hukum-hukum ilmiah yang mengatur alam semesta. Pengamatan yang dikerjakan Crommelin dan Eddington memang dirancang untuk menguji ramalan Einstein tentang pembelokan cahaya.
"Bagaimanakan bentuk lintasan cahaya?"

     Einstein telah meramalkan bahwa sinar cahaya yang berasal dari bintang-bintang akan dibelokkan apabila lewat dekat matahari, dan ternyata itulah yang kemudian teramati. Kenyataan ini sungguh mengejutkan, karena para ilmuwan lain percaya bahwa sinar cahaya selalu bergerak dalam lintasan lurus di ruang angkasa, dari sumber cahaya tersebut langsung ke mata si pengamat, akan tetapi menurut teori relativitas umum Einstein, cahaya tidak menempuh lintasan yang betul-betul garis lurus. Ia berpendapat bahwa sinar-sinar cahaya yang memintas ruang angkasa (serta waktu) selalu mencari lintasan yang sependek mungkin antara dua buah titik.
    Teori Einstein menyediakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Ia mengatakan bahwa karena cahaya~yang harus menempuh lintasan paling pendek yang tersedia~terpaksa mengikuti lintasan yang melengkung, maka dalam hal ini, ruang angkasa itu sendiri pastilah berbentuk melengkung. Ini sebuah pernyataan yang revolusioner. Betapa sulit membayangkan bahwa ruang angkasa yang begitu besar dan tampaknya tak berbentuk ternyata melengkung. Dan ini bertentangan dengan salah satu kaidah dasar ilmu fisika.

"Gravitasi tidak seperti yang kita kira"

     Gravitasi bukanlah yang menyebabkan benda-benda (misalnya bumi) bergerak di ruang angkasa; melainkan kumpulan zat dan energi (misalnya matahari) di titik-titik
ertentu dalam alam semesta yang sesungguhnya menyebabkan ruang angkasa melengkung. Dengan demikian, efek-efek gravitasi~bumi yang mengitari matahari, misalnya~bukan secara langsung ditimbulkan oleh massa sebuah benda yang menarik massa benda lain ke arahnya. Yang sesungguhnya, bumi mengorbit matahari dalam gerak melingkar karena mencoba mengikuti lintasan selurus mungkin di ruang angkasa yang lengkung, seperti sinar-sinar cahaya dari bintang yang melengkung dalam perjalanan ke bumi.
  Teori relativitas Einstein mengguncangkan keyakinan yang sudah mapan tentang gravitasi serta banyak kaidah ilmiah lain yang bergantung pada keyakinan tersebut~kaidah yang telah dianggap teliti selama ratusan tahun. Akan tetapi, teori Einstein untuk pertama kalinya memperkenalkan cara baru untuk mengukur beberapa sifat dasar yang terdapat di alam semesta~misalnya kecepatan cahaya dan waktu.

Menjadi termasyhur

     Teori Einstein, yang memang sulit sekali dimengerti, tidak diterima oleh beberapa ilmuwan terkemuka. Salah seorang diantaranya, Sir Oliver Lodge, keluar dari ruang pertemuan sebagai protes. Akan tetapi banyak yang sadar bahwa foto-foto hasil pengamatan itu menunjukkan bahwa Einstein telah membuat sebuah temuan penting. Hingga saat itu, belum ada seorang pun yang mampu memahami cara kerja alam semesta sampai sedemikian rinci.
      Menurut Presiden Royal Society, "Teori Einstein adalah salah satu prestasi terbesar dalam sejarah pemikiran umat manusia". Keesokan harinya barulah Einstein sadar bahwa ia telah menjadi orang yang terkenal di seluruh dunia yang beradab. Surat kabar The Times di London memuat artikel utama dengan judul "Revolusi dalam Sains". Di Amerika Serikat, New York Times menyatakan "Teori Einstein Berjaya". Di Berlin, kota tempat Einstein berkarya, ia disanjung sebagai "Tokoh Besar baru dalam sejarah dunia". Sampai akhir hayatnya, Einstein hampir tidak pernah absen dari pemberitaan. Pada tahun 1927, ia menulis sebuah puisi pendek tentang masalah-masalah yang dirasakannya akibat menjadi terkenal.

Sebuah teori yang mengubah dunia

     Mengapa Albert Einstein menjadi begitu terkenal ?. Mengapa ia dikagumi di seluruh dunia?. Teori relativitas Einstein~yang dengan penuh kemenangan dikukuhkan oleh foto-foto hasil pengamatan Crommelin dan Eddington~telah mengubah pemahaman semua orang tentang alam semesta secara keseluruhan. Ia menentang keyakinan ilmiah yang sudah lama mapan dan, yang lebih penting, ia menggantinya dengan sebuah teori baru yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyan yang selama berabad-abad menghantui para ilmuwan lain.
    Meskipun demikian, teori Einstein lambat-laun menjadi semakin dipahami, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan temuan-temuan yang menakjubkan tentang alam semesta serta bagaimana cara kerjanya. Para astronom menemukan fenomena-fenomena aneh yang dikenal sebagai "lubang hitam" dan "si kerdil putih", serta memberanikan diri mempersoalkan pertanyan-pertanyaan mendasar seperti apak alam semesta ini mempunyai awal atau apakah ada sesuatu yang lain di luar batas ruang angkasa. Temuan-temuan Einstein tentang hukum-hukum alam yang mendasar secara tidak langsung telah memberikan sumbangan dalam pengembangan senjata nuklir, teknologi kedokteran nuklir, dan energi nuklir. Einstein juga membuat ramalan-ramalan yang menakjubkan, umpamanya bahwa waktu tidak bergeser dengan laju yang sama bagi setiap orang~waktu baru diterbitkan ini terasa seperti fiksi ilmiah namum lambat laun orang mulai yakin tentang kebenarannya.
    Bahkan ketika Einstein sudah tua, dan menjalani hidup setengah pensiun, kehadirannya masih menarik perhatian. Salah seorang teman Einstein ingat bagaimana seorang pengendara mobil yang lewat dekat tempat tinggal Einstein di Princeton, Amerika Serikat, begitu terkejut ketika melihat orang tua itu berjalan kaki sendirian sehingga ia kehilangan kendali atas kendaraannya dan langsung menabrak pohon. Dan, ketika Albert Einstein diumumkan meninggal pada tahun 1955, berita itu segera memenuhi halaman depan semua surat kabar. "Salah seorang tokoh besar abak kedua puluh telah wafat", begitulah judul yang terpampang dalam huruf-huruf besar bercetak tebal.
Kelahiran seorang jenius
   Pada 14 Maret 1879, Albert Einstein lahir, putra seorang insinyur listrik Yahudi di Ulm, kota yang makmur di bagian selatan Jerman. Ia anak pertama, dan satu-satunya putera Hermann Einstein dari isterinya Pauline Kosch. Sejak masih bayi kecil, Albert sudah mengundang komentar. Ibunya khawatir tentang bentuk kepalanya yang tidak biasa, dan lebih dari itu, ia juga takut bahwa Albert menderita cacat mental, karena anak itu lambat belajar berbicara

 Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayah dan ibu Einstein

        Albert tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat, walaupun ia tidak pernah menyukai olahraga yang penuh aturan, karena katanya itu membuatnya lelah dan pusing. Ia anak yang pendiam dan agak penyendiri, suka membaca dan mendengarkan musik. Tamu-tamu yang bertandang ke keluarga Einstein semua bercerita bahwa mereka tidak pernah melihat Albert membaca buku yang ringan; memang, bacaan yang dipilihnya selalu yang berat dan serius. Ia juga tekun, teliti, dan berkemauan keras. Ibunya ingat bahwa Albert kecil sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun kartu-kartu menjadi sebuah bangunan yang tinggi.

Foto bersama; Maya (adik perempuan Einstein), dan Albert Einstein masa kecil

       Albert memang pendiam, tetapi itu tidak berarti bahwa ia anak yang pasif; gurunya yang pertama~yang memberinya pelajaran di rumah ketika ia baru berusia lima tahun~tidak bersedia mengajarinya lagi sesudah Albert menggulingkan kursi ke kakinya. Semakin besar Albert semakin bisa mngendalikan emosinya, tetapi ia tetap berwatak keras. Ketika sudah dewasa, ia biasa menggunakan kekuatan dan kemauan kerasnya untuk menolong dirinya sendiri, atau untuk menolong orang lain.

Einstein ketika masih masa remaja


Musik dan matematika


      Einstein berhasil menciptakan suasana rumah yang membahagiakan, hangat, dan penuh kasih bagi anak-anak mereka, dan sepanjang hidupnya Albert tetap dekat baik dengan kedua orangtuanya maupun dengan adiknya, Maya. Ia mewarisi sesuatu dari kehangatan keluarga ini, dan ini akan menjadi salah satu yang palinb menarik dalam sikap hidupnya. Walaupun sifatnya cenderung menyendiri, ketika dewasa temannya cukup banyak, selain itu ia juga rajin berkirim surat untuk bertukar pikiran dengan siapa pun di seluruh dunia. Dalam kebanyakan fotonya, ia selalu tampak sedang tersenyum lebar.
     Orangtua Einstein adalah pasangan yang sama-sama dianugerahi kelebihan.Ibu Albert seorang wanita yang cerdas, periang, bersemangat, suka bekerja keras, dan pandai bermain piano. Ia orang yang senang belajar, karena itu selalu mendorong Albert dan adik perempuannya untuk berjuang dengan keras di sekolah. Ketika mngenang masa lalunya, Einstein teringat bahwa ia belajar mencintai musik ketika mendengar ibunya bermain piano. Ayah Albert seorang ahli teknik. DI sekolah ia menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam hal pelajaran matematika tetapi karena berasal dari keluaraga yang miskin maka ia tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia bekerja dalam usaha patungan bersama adiknya, Jakob, lalu pada tahun 1885 mereka pindah ke Munich, ibukota sebuah negara bagian Jerman, Bavaria, dan mendirikan sebuah pabrik di sana.
    Hermann dan Jakob Einstein senang tatkala Albert menunjukkan minat pada sains dan matematika. Ketika baru berusia lima tahun ia pernah sakit dan terpaksa berbaring di tempat tidur. Sebagai hiburan ayahnya memberi hadiah sebuah kompas. Hadiah yang sederhana ini ternyata menandai sebuah titik balik dalam kehidupan Albert. Jarunm di dalam kompas, yang terkurung rapat dan tidak dapat diraih dari luar, tampaknya dipengaruhi oleh suatu gaya tidak kelihatan yang selalu memaksanya menunjuk ke utara. Beberapa tahun kemudian. Albert mengalami sebuah misteri yang serupa kali ini berkaitan dengan angka. Jakob pamannya, sering mangajukan teka-teki matematika kepadanya, akan tetapi, setiap kali ia mampu menjawab teka-teki itu dengan tepat, ia tidak hanya merasa senang, bangga dan puas. Ia mampu merasakan adanya suatu pola yang indah dan beraturan di balik angka-angka tadi. Kemampuan menangkap "perasaan bahagia yang mendalam" ini semakin mendorong untuk mengetahui lebih banyak tentang matematika, dengan perasaan yang sama ia menikmati ilmu alam. Ia sering menghujani ayah dan pamannya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti : "Mengapa bumi menjadi gelap?", "Terbuat dari apakah sinar matahari?", "Seperti apakah rasanya kalau bisa bepergian dengan menumpang berkas cahaya?".
Keberhasilan di sekolah

     Albert tidak menyukai sekolah, dan tidak senang bergaul dengan kawan-kawannya. Akan tetapi ia bekerja dengan keras sehingga berhasil dalam pelajaran-pelajarannya, terutama matematika dan Bahasa Latin. Pada tahun 1886, ketika Albert berusia tujuh tahun, ibunya mengabarkan neneknya dengan bangga. "Kemarin Albert naik kelas, ia nomor satu lagi, buku laporannya istimewa sekali. "Ketika usianya menginjak sepuluh tahun. Albert mulai belajar matematika sendiri di waktu-waktu luangnya sesudah pelajaran si sekolah. Dalam hal ini pun, ia menerima bantuan dan dorongan dari orangtua dan sahabat-sahabat mereka. Seorang mahasiswa kedokteran barnama Max Talmud,yang secara teratur berkunjung ke rumah keluarga Einstein untuk makan malam bersama, meminjaminya buku-buku tentang sains dan filsafat dan meluangkan waktu untuk berbincang-bincang mengenai matematika. Seorang teman ayahnya yang lain memberinya sebuah buku ilmu ukur; kenangannya tentang buku itu adalah sebagai berikut: "kejelasan dan kegamblangan isinya sungguh sulit diterangkan dengan kata-kata."

Tuhan dan alam

     Albert juga menerima pendidikan agama di rumah, sebagaimana diharuskan oleh undang-undang negara Jerman. Keluarga Einstein keturunan Yahudi tetapi mereka bukan penganut kepercayaan Yahudi yang fanatik. Untuk beberapa lama, Albert menjadi anak yang tekun beribadat~ia bahkan menggubah lagu-lagu untuk memuji Tuhan yang dinyanyikannya setiap berangkat dan pulang sekolah. Kebiasaan ini tidak berlangsung lama. Sejak usianya dua belas tahun, pengertiannya tentang Tuhan tidak lagi sepenuhnya seperti yang diajarkan oleh gurunya. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa kepercayaan kepada Tuhan berkurang. Keyakinannya tentang kebesaran dan keagungan Sang Pencipta justru jauh lebih mendalam, tetapi dengan cara pengabdian yang berbeda.

Meninggalkan Jerman

     Tahun 1894, usaha keluarga Einstein di Munich mulai ambruk. Mereka pindah memintas pegunungan Alpen ke Italia yang diharapkan akamn memberikan masa depan lebih cerah. Hanya Albert, kini berusia lima belas tahun, yang masih tinggal di Munich untuk menyelesaikan sekolahnya. Albert merasa kehilangan orangtua dan adiknya, dan tentu saja ia tidak senang ditinggal sendirian. Ia masih tidak menyukasi suasana sekolah. Kecerdasannya yang menonjol serta kepercayaan diri tentang kemampuannya, membuat guru-gurunya tersinggung. Salah sorang di antara mereka bahkan menyatakan lebih suka bila Albert tidak mengikuti pelajarannya. Ketika Albert menanyakan alasannya, karena ia mersa tidak bersalah, sang guru menjawab,"Memang tidak ada peraturan tertulis tentang ini. Tetapi kalau kamu selalu duduk di baris belakang sambil tersenyum-senyum, itu menyinggung perasaan guru-gurumu dan menjatuhkan kewibawaan mereka di depan kelas."
    Sementara itu, Albert cemas kalau ia nanti dipaksa masuk dinas militer, yang akan terjadi seandainya ia tetap di Jerman sampai menginjak usia tujuh belas tahun. Ia membenci tindak kekerasan, dan tidak berani membayangkan bahwa ia nanti harus melakukan sesuatu yang di luar kemauannya sendiri~misalnya membunuh orang lain.Kelak ketika sudah dewasa ia menjadi seorang yang pasif, yakin bahwa semua bentuk perang adalah jahat, dan bahwa masa depan peradaban manusia harus dibangiun di atas dasar kerjasama, bukan saling menjatuhkan.
    Pada tahun 1895 Albert meninggalkan Munich untuk bergabung dengan keluarganya di Italia. Orangtuanya terkejut dan marah karena ia meninggalkan sekolah sebelum tamat, tetapi ia berjanji bahwa ia sanggup belajar sendiri di rumah untuk mempersiapkan diri menempuh ujian masuk ke Federal Institue of Technology di Zurich, Swiss. Ia juga mengemukakan rencananya untuk melepaskan kewarganegaraan Jerman dan menjadi warganegara Swiss.
    Enam bulan kemudian Albert, yang belajar tanpa bimbingan guru, mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi yang dikehendakinya itu sayang sekali, ia gagal. Meskipun demikian, dalam ujian tersebut ia berhasil memperoleh nilai yang tinggi untuk pelajaran sains dan matematika. Berangkat dari pengalaman tersebut, kini ia mempersiapkan diri secara lebih terarah dengan mengikuti pelajaran di sebuah SMA di Aarau, salah satu kawasan Swiss yang sebagian besar penduduknya berbahasa Jerman. Ia senang bersekolah disitu~suasananya lebih bebas dan lebih santai dibanding sekolah-sekolah di Jerman. Selain itu ia juga merasa cocok dengan guru-gurunya yang baru.

Einstein  muda tahun 1895, berusia sekitar 16 tahun


Nilai-nilai tertinggi

    Pada tahun 1896, Albert, yang berusia tujuh belas tahun, menerima ijasah dari SMA Aarau. Ijasah ini memungkinkan ia mendaftar langsung ke Institut Teknologi Zurich tanpa harus ke Institut Teknologi Zurich. Nilai-nilai ijazahnya sangat mengesankan: ia mendapatkan enam bintang (nilai paling tinggi) untuk aljabar, ilmu ukur, ilmu ukur lukis, fisika, dan sejarah; lima bintang (sangat baik) untuk bahasa Jerman, bahasa Italia, ilmu kimia, dan biologi; empat bintang (diatas rata-rata) untuk geografi, sastra, dan menggambar teknik. Ia resmi melepaskan kewarganegaraan Jermannya dan mulai hidup sebagai seorang mahasiswa Institut Teknologi Zurich.
    Setelah masa kecil di Jerman dan Italia, Einstein belajar fisika dan matematika di Akademi Politeknik Federal di Zurich, Swiss. Disini Einstein mengikuti sebuah program empat tahun yang akan memberikan hak untuk menjadi guru khusus dalam mata pelajaran matematika dan fisika di tingkat SMA. Ia bekerja, membaca dan berpikir dengan keras serta banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan percobaan-percobaan sendiri, semua ini tidak selalu berkenan di hati para dosennya. Salah seorang dosen, Heinrich Weber pernah menegurnya dengan keras, "Kamu memang cerdas, Einstein, cerdas sekali. Akan tetapi ada sebuah kesalahan besar yang kamu perbuat: kamu tidak mau diatur". Einstein memang tidak berminat memperhatikan kuliah-kuliah yang dibawakan oleh Weber. Ia mengeluh bahwa Weber mengabaikan semua perkembangan baru yang menarik dalam dunia fisika selama beberapa tahun terakhir, dan sangat terpaku pada topik-topik kuno yang rutin dan membosankan dalam kuliah-kuliahnya.

Teman-teman baru

     Einstein menjalin persahabatan yang akrab dengan beberapa teman kuliahnya terutama Marcel Grossman dan  Michele Angelo Besso. Mereka gemar membahas matematika secara bersama-sama, menonton konser, atau sekedar duduk-duduk dengan santai di kedai-kedai kopi sambil berbincang-bincang dan bercanda. Ketignya tetap bersahabat sampai akhir hidup mereka kira-kira pada masa itu pula Einstein bertema dengan seorang mahasiswi, Mileva Maric, yang kelak menjadi isteri pertamanya. Mileva juga mengambil jurusan sains dan matematika. Einstein sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendiskusikan gagasan-gagasan serta teori-teorinya dengan gadis itu.
    Dari semua sahabatnya, tampak Grossman yang paling bersimpati dengan watak Einstein yang keras dan tidak mau terikat. Ia bisa mengerti bagaimana tersiksa dan menderitanya Einstein apabila harus menghadiri kuliah-kuliah yang baginya sngat membosankan; di pihak lain, Einstein memerlukan informasi tentang bahan-bahan yang akan diujikan.
    Guna mengatasi masalah ini, Grossman meminjamkan catatan-catatan kuliahnya kepada Einstein agar temannya ini bisa lulus ujian akhir.akal-akaln Grossman yang baik hati ini ternyata berhasil. Dengan lega, ia dapat menyaksikan Einstein diwisuda pada tahun 1900, dengan nilai-nilai yang istimewa. Meskipun demikian, pengalamannya dalam pendidikan formal yang begitu menyiksa membuat Einstein selama setahun atau lebih tidak dapat menikmati kegiatan dalam ilmu fisika.
Pada tahun 1905 dianugerahi gelar Ph.D. dari Universitas Zurich saat bekerja di kantor paten Swiss di Bern. Tahun itu, yang oleh para sejarawan karier Einstein disebut sebagai annus mirabilis - "tahun mukjizat" - ia menerbitkan lima makalah teoretis yang memiliki efek mendalam pada pengembangan fisika modern.

Tanpa pekerjaan

     Dengan kualifikasi yang dimilikinya, berarti ia harus mencari pekerjaan. Pertikaiannya dengan Profesor Weber tentu saja menutup kemungkinan untuk bekerja di bekas sekolahnya sendiri, karena itu ia menyurati ilmuwan-ilmuwan terkenal dari universitas yang lain untuk menolongnya mendapatkan pekerjaan. Tidak satupun mereka memberikan jawaban. Hampir setahun kemudian, barulah ada orang yang berbaik hati menawarinya pekerjaan sebagai guru sementara disebuah sekolah.Ini bukan pekerjaan yang diharapkannya, tetapi anehnya ia justru menikmati pekerjaan tersebut.
    Selain mengajar, Einstein juga melanjutkan riset-risetnya sendiri. Ia membuat tulisan-tulisan untuk dimuat di majalah-majalah ilmiah. Dengan cara ini ia memperkenalkan gagasan-gagasannya yang baru dan belum pernah dikemukakan orang lain. Akan tetapi ia kecewa luar biasa ketika Universitas Zurich menolak mempromosikannya untuk mendapat gelar PhD atas sebuah makalah yang dikirimkannya ke perguruan tinggi itu pada tahun 1901, bagi Einstein seolah-olah semua lembaga ilmiah telah berkomplot untuk menolak kehadirannya.
    Sekali lagi Marcel Grossman bertindak sebagai penyelamat. Ayah Grossman adalah seorang tokoh yang terkenal dan sangat disegani di Swiss. Ia merekomendasikan Einstein kepada seorang temannya Kepala Jawatan Paten di Bern, dan dalam bulan Juni 1902,hampir dua tahun sesudah lulus, Einstein akhirnya mendapatkan pekerjaan yang
"sesuai". Dengan pangkat Ahli Teknik Kelas Tiga ia bekerja dalam sebuah tim yang bertugas memeriksa dan mencatat permohonan-permohonan hak paten yang diajukan oleh para penemu di Swiss. Einstein menikmati pekerjaannya di Jawatan Paten itu. Aspek ilmiah yang terkandung dalam tugasnya cukup menarik, tetapi yang lebih penting, ia mempunyai waktu sangat luang untuk mematangkan penelitian-penelitian pribadinya. 
Perkawinan

     Karena sudah mempunyai pekerjaan, kini Einstein merasa mampu hidup berumah tangga. Perkawinannya yang pertama agak luar biasa. Sekitar tahun 1896 ia berkenalan dan kemudian bergaul akrab dengan Mileva Maric, yang juga belajar d Institut Teknologi Zurich. Ia seorang gadis yang sangat cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki kepribadian yang sangat kuat. Seperti Eisntein, ia juga tinggal di Swiss karena melarikan diri dari sesuatu. Keluarganya berasal dari Yunani, dan ia sendiri dibesarkan di Hongaria.


 Pernikahan Einstein dan Mileva

     Pada masa itu, tidak banyak wanita yang memperoleh pendidikan tinggi. Dan, di antara yang memilih bidang matematika dan fisika, karena secara tradisional bidang ini hanya digeluti oleh kaum pria, walaupun sudah ada wanita yang menjadi pakar matematika dan ilmuwan terkemuka selama abad kesembilan belas~tiga diantaranya adalah Mary Somerville, Ada Lovelace, dan Marie Curie~bidang-bidang ini masih dianggap terlalu sulit bagi kaum wanita, selain itu tidak lazim bagiwanita untuk menempuh pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Mileva termasuk kekecualian.
     Einstein sering bertemu dengan Mileva untuk berbincang-bincang mengenai masalah ilmiah. Sesudah berpisah pun, mereka sering berkirim surat, bertukar pikiran mengenai gagasan-gagasan baru serta teori-teori yang dikemukakan oleh masing-masing. Sebetulnya Albert dan Mileva lebih memutuskan untuk menikah segera setelah Einstein lulus, mungkin pada tahun 1901, akan tetapi mereka mendapatkan tentangan yang kuat dari keluarga Einstein, terutama ibunya, yang tidak pernah menyukai Mileva. akhirnya mereka melangsungkan perkawinan pada bulan Januari 1903, hanya beberapa minggu setelah ayah Einstein meninggal dunia. Kelak Einstein merasakan adanya ganjalan dalam kehidupan perkawinan mereka. Ganjalan ini mungkin berupa perasaan bersalah karena telah bersilang pendapat dengan orangtua yang dicintainya, atau perasaan yang sudah usianya lanjut baru disadari bahwa sesungguhnya ia lebih suka hidup sendiri, tanpa isteri atau anak.
Jenius

     Tahun-tahun antara 1905 dan 1915 adalah masa yang penuh dengan kreativitas bagi Einstein yang masih muda. Bahkan sebelum ditawari pekerjaan di Jawatan Paten, ia telah mulai menerbitkan makalah-makalah dalam dalam jurnal-jurnal ilmiah terkemuka di zamannya. Pada tahun 1903, bersama dua ilmuwan muda yang lain, ia membentuk sebuah klub untuk membahas masalah-masalah fisika, filsafat, dan sastra. Mereka juga sering makan bersama~biasanya makanan yang sederhana, seperti sosis, keju, buah-buahan, dan minum teh. Kelak Einstein mengenang masa ini sebagai masa yang sangat membahagiakan, dengan adanya rasa puas, rasa percaya diri, pekerjaan dengan gaji yang cukup, kawan-kawan yang saling mendukung, isteri yang serdas dan selalu siap meringankan pekerjaannya, serta putera pertamanya yang masih kecil, einstein mampu menghasilkan serangkaian gagasan cemerlang yang memungkinkan terjadinya perubahan pola berpikir para ahli fisika dan ilmuwan lain dalam menyingkapkan dan memahami alam semesta.

Tahun yang penuh keajaiban
     Tahun 1905 adalah "tahun yang penuh keajaiban" bagi Einstein~persis seperti tahun 1666 bagi Isaac Newton. Hanya dalam waktu beberapa bulan, ia menyelesaikan tesis PhD-nya, menerbitkan dua karya tulis ilmiah yang betul-betul orisinil (berisi garis besar tentang teori relativitasnya), dan menulis dua makalah lain yang juga diterima dengan baik oleh kalangan ilmuwan. Einstein mengekspresikan gagasan-gagasannya dalam bentuk rumusan-rumusan matematika, yang jauh lebih tepat dan teliti ketimbang dengan kata-kata. Meskipun demikian ia menggunakan bentuk matematika yang luar biasa sulit, sehingga hanya beberapa orang dengan kualifikasi khusus saja mampu menangkap maknanya; kebanyakan orang lain, termasuk kita, memerlukan penjabaran dalam bentuk kata-kata untuk dapat memahami temuan-temuannya, dan menghayati arti pentingnya.

Einstein menulis karya tulis ilmiah tentang subjek yang cukup rumit
Dia menulis lima karya tulis (makalah) dan masing-masing adalah sensasi untuk fisika!

Sebelum Einstein

     Sebelum Einstein, kebanyakan ilmuwan mempercayai teori-teori yang diperkenalkan oleh fisikawan jenius lain, Isaac Newton, yang hidup dan berkarya dalam abad ketujuh belas. Hukum-hukum paling penting yang telah dikemukakan oleh Newton adalah hukum-hukum tentang gerak, serta bagaimana cara kerja gravita

Waktu

     Teori mengatakan bahwa hukum-hukum fisika berlaku sama bagi semua pengamat, jiwa mereka sama-sama diam atau sama-sama bergerak dengan kecepatan konstan. Relativitas Khusus meramalkan bahwa makin cepat sesuatu bergerak, makin lambat waktu berlalu. Jadi, jika seseorang menjelajah ruang angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, waktu akan berlalu lebih lambat baginya. Ketika kembali berpuluh tahun kemudian, ia akan menjumpai teman-teman sebayanya telah menjadi nenek-nenek dan kakek-kakek.

Berikut kutipan dari Eintein : Bila Anda sedang jatuh cinta, satu jam akan terasa seperti sedetik. Bila Anda duduk di atas sisa arang yang masih merah dan panas, sedetik serasa satu jam. Itulah relativitas."

Waktu tidak mutlak

     Untuk pengukuran waktu, Einstein mengatakan bahwa sejak sekarang orang harus berhenti berpegang pada teori waktu mutlak Newton, sebagaimana mereka sudah melepaskan keyakinan terhadap teori ruang mutlak Newton yang sudah usang. Teori tersebut tidak secara akurat menerangkan apa yang terjadi sesungguhnya di alam semesta. Seperti yang telah kita ketahui, kesimpulan Einstein yang pertama~bahwa laju cahaya tidak berubah-ubah, tak peduli siapapun yang mengukurnya~menjelaskan mengapa eksperimen Morley dan Michelson berakhir dengan hasil yang tidak disangka-sangka. Melalui penjabaran dalam bentuk matematika, teori Einstein meramalkan bahwa semua pengamat akan mendapatkan laju cahaya yang sama betapapun cepat mereka bergerak. Itulah tentu saja, yang telah ditemukan oleh Morley dan Michelson.

   

Albert Michelson and Albert Einstein in 1931


E =   mc2

     Kesimpulan lain yang muncul dari teori Einstein agaknya adalah gagasan sederhana yang mencakup persamaan termasyhurnya E =  mc2 (E = energi, m = massa, dan c = laju cahaya), yang selanjutnya meramalkan bahwa tidak ada apapun yang sejati yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya. Disamping melepaskan teori Newton tentang waktu mutlak, Einstein juga membuktikan bahwa waktu berlalu dengan laju yang berbeda bagi bagi setiap orang, tergantung dari cepat atau lambatnya mereka bergerak.


Profesor Einstein

     Einstein menyambung makalahnya yang mempelopori perubahan pola berpikir pada bulan Juni 1905 itu dengan beberapa makalah lain. Pada tahun 1907, ia menerbitkan salah satu makalah yang merupakan temuan besar lain abad kedua puluh dalam bidang fisika~teori kuantum. Begitu karya Einstein yang semerlang itu dikenal, ia kebingungan menerima tawaran dari berbagai universitas di seluruh Eropa. Pada tahun 1909, Einstein mengundurkan diri dari Jawatan Paten karena menerima tawaran untuk menduduki jabatan Profesor di Universitas Zurich.Ia juga menjadi orang pertama yang dianigerahi berbagai gelar kehormatan, sebagai pengakuan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam dunia ilmu pengetahuan. Dari Zurich ia pindah ke Praha, dan dari Praha ke Berlin, dimana ia ditawari sebuah jabatan yang diciptakan khusus, sebagai kepala sebuah institut riset baru yang bergengsi. Ia juga ditugasi mengajar, dan bebas untuk memusatkan perhatian pada penelitian. Pada tahun 1923, Einstein juga ditawari menjadi anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Prusia, sebuah organisasi yang tergolong elit. Dalam usia yang baru tiga puluh empat tahun, Albert Einstein telah mencapai puncak yang paling tinggi dalam pengabdiannya sebagai ilmuwan.
   Makalah yang diterbitkan oleh Einstein pada tahun 1905 hanyalah sebuah tahap pertama dalam serangkaian rumusan yang lebih rinci mengenai teori relativitas. Selama sepuluh tahun berikutnya, Einstein bekerja keras mengembangkan teorinya, serta banyak proyek yang lain.Pada mulanya, relativitas tidak mengikut sertakan efek-efek gravitasi dalam penjelasannya atas hukum-hukum fisika. Ini baru berhasil dicapainya pada tahun 1915, ketika ia menerbitkan sebuah versi teori yang baru dan jauh lebih rumit, yang sekarang terkenal sebagai teori "relativitas umum"



"Tidak seorangpun akan mempercayaimu"

     Tidak jarang Einstein terpaksa harus berhadapan dengan para ilmuwan yang tidak sependapat. Teorinya yang baru dan asing agaknya sulit diterima, selain memang sangat sulit dipahami. Einstein ingat bahwa seirang ilmuwan kenalannya yang sangat senior pernah menasehatinya, ketika ia bermaksud mengembangkan teori relativitansnya
 "Sebagai orangtua, aku merasa perlu menasehatimu agar mengurungkan niatmu, sebab pertama, engkau tidak akan berhasil; dan kalaupun engkau berhasil, tidak seorangpun akan mempercayaimu". akan tetapi sebagai seorang ilmiwan, Einstein masih sama nekatnya dengan Einstein kecil yang membanting kursinya ke arah gurunya. Pada tahun 1915 akhirnya ia berhasil menuntaskan teorinya, dan hampir sebagian besar tertuang dalam bahasa matematika. Hasil kerja kerasnya selama sepuluh tahun itu masih sangat penting hingga sekarang; teori itu berhasil mengubah pemahaman kita tentang dunia.
     Teori Einstein tentang relativitas khusus dan umum secara drastis mengubah pandangan manusia tentang alam semesta, dan karyanya dalam teori partikel dan energi membantu memungkinkan mekanika kuantum dan, akhirnya, bom atom.



Albert Einstein dan Niels Bohr


      Baiklah untuk saat ini postingan sampai disini dulu, untuk kelanjutannya akan disambung kembali pada kesempatan berikutnya. Yang akan diulas juga mengenai: Sebuah pandangan baru tentang dunia, Einstein bercerai, Bagaimana peran serta Mileva, Perang Dunia I, Einstein jatuh sakit, Produktivitas Einstein yang menurun, Mempersatukan gaya-gaya dalam alam, Mekanika kuantum, Kegiatan-kegiatan lain, Jasa baik internasional. Penghargaan internasional lagi, Nasionalisme, Solidaritas dengan Yahudi Jerman, Nazisme, Amerika-Amerika, Tidak pasif lagi, Bom atom, "Perang berhasil dimenangkan tetapi perdamaian belum", Keadilan, Einstein untuk Jabatan presiden?, Mangkatnya seorang jenius, dan "sesuatu yang abadi"
       
  Selamat menjalankan aktifitas, dan semoga terinspirasi.











Sumber : history.com/this-day-in-history; Ilmuwan yang mengubah dunia by Fiona Mc Donald









2 komentar: