19/07/20

Siatem Tata Surya, deskripsi dan karakteristinya (bagian-3)

BUMI DAN PEREDARANNYA   
                                                                                                                                           
          Diameter Bumi dari kutub ke kutub adalah 12.740 km, sedangkan diameter bumi khatulistiwa adalah 12.756 km. Volume bumi 1,08 x 10²¹ m³ ,    massanya 5,6 x 10²⁴ kg, dan massa jenisnya sekitar 5,5 g/cm³.  

 1. Rotasi Bumi dan Akibatnya

        Bumi berotasi dari arah barat ke arah timur. Akibatnya, semua benda langit tampak bergerak dari timur ke barat. Bagian bumi yang menghadap matahari juga selalu berubah sehingga terjadi perubahan waktu di satu tempat yang sama dan terjadi perbedaan waktu di tempat berbeda.
               
         Akibat rotasi bumi antara lain terjadinya Waktu siang dan malam. Perubahan waktu di tempat yang sama. Gerak semu harian benda langit dari timur ke barat. Perbedaan waktu di tempat yang berbeda. Penggembungan bumi di khatulistiwa dan pepat di kutub, Perubahan arah angin di daerah khatulistiwa. Perubahan rasi bintang yang tampak dari Bumi.


 Bulan

          Bulan adalah satelit bumi berbentuk bola dengan massa 0,012  massa bumi. Jarak bulan dari bumi adalah 384.000 km. Bulan tidak memiliki atmosfer. Akibatnya, langit di bulan tampak gelap, bulan tidak terlindung dari gempuran meteor, suara tidak dapat merambat,tidak ada siklus air, serta bagian yang terkena sinar matahari suhunya sangat rendah. Bulan mengalami 3 gerak sekaligus, yaitu : berotasi pada porosnya, berevolusi terhadap bumi, dan bersama-sama dengan buni berevolusiterhadap matahari.
         Bulan berevolusi terhadap bumi dalam waktu 271/3 hari. Waktu inilah yang dinamakan bulan Sideris. Dari bulan baru hingga bulan baru lagi waktunya 291/2 hari. Waktu ini dinamakan bulan sinodis. Lama satu tahun Komariah adalah 254 hari.

Akibat peredaran bumi dan bulan terhadap matahari :

         Gerhana Matahari, adalah terhalangnya sinar matahari yang menuju bumi oleh bulan.  Gerhana matahari terjadi ketika
matahari-bulan-bumi berada pada satu garis lurus.Gerhana matahari dialami oleh Sebagian bumi saja dan berlangsung dalam waktu
yang singkat.

        Gerhana Bulan, terjadi karena sinar matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi   sehingga pada permukaan bulan terbentuk bayang-bayang bumi. Gerhana bulan terjadi ketika matahari-bumi-bulan berada pada sat ugaris lurus. Gerhana bulan dialami oleh seluruh bumi yang sedang mengalami waktu malam dan pada saat bulan tampak. Gerhana bulan berlangsung cukup lama.

       Pasang naik dan pasang surut air laut. Peristiwa ini disebabkan oleh pengaruh gaya tarik Matahari dan Bulan terhadap air laut. Pasang naik air laut terbesar terjadi ketika bulan berada di antara matahari dengan bumi, karena gaya tarik bulan dan mataharisearah. Pasang air yang cukup besar terjadi juga pada bulan baru dan bulan purnama. Pasang naik air laut terkecil atau pasang
surut terjadi pada hari ke-7 dan ke-21 setiap tahun Komariah, yaitu pada saat bulan tampak separuh. Pada saat ini terjadi pasang naik lurus sehingga saling melemahkan.
 Rotasi & Revolusi Bumi + Mengikuti Matahari




 Rotasi & Revolusi Bumi


 PROSES-PROSES YANG TERJADI PADA LITOSFER DAN ATMOSFER AKIBAT PERUBAHAN SUHU

 Litosfer
       
        Planet bumi terdiri dari lapisan-lapisan yang terdiri dari inti bumi, mantel dan kerak bumi yang kita sebut sebagai lapisan litosfer. Litosfer terdiri dari kerak Samudra dan kerak benua yang mengapung di atas lapisan mantel.

Pembentukan batuan bumi
            
       Ada tiga tipe dasar batuan yang terbentuk di lapisan litosfer, yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Batuan-batuan tersebut terbentuk dari senyawa-senyawa kimia yang disebut mineral.

Batuan beku
      Batuan beku terbentuk dari muntahan lava pijar yang membeku karena tgerjadi penurunan suhu. Contoh batuan beku adalah obsidian, riolit, granit, dan batu apung.
 
Batuan metamorf
             Batuan metamorf atau batuan malihan adalah batuan yang mengalami peralihan atau
perubahan akibat pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi. Ada dua jenis batuan  metamorf, yaitu batuan metamorfisme kontak dan metamorfisme regional.

Batuan sedimen
            Batuan sedimen adalah batuan yang berasal dari pengendapan atau sedimentasi yang
berlangsung ribuan bahkan jutaan tahun. Yang termasuk batuan sedimen adalah kerak
bumi, stalagtit, dan stalagmit.

Erosi dan pelapukan
            Erosi dan pelapukan merupakan proses yang terjadi secara terus-menerus di
permukaan bumi atau lapisan litosfer. Erosi dan pelapukan akan mengubah bentuk
maupun susunan batuan yang terdapat di lapisan litosfer.
 
Pembentuan tanah
             Tanah terbentuk melalui proses pelapukan batuan yang berlangsung lambat dan sangat  rumit. Tanah terbentuk melalui proses fisika, proses kimia, dan proses pembusukan
oleh organisme renik  atau bakteri.



Batuan beku, sedimen dan metamorf



 Hidrosfer
          Hidrosfer adalah lapisan air yang menutupi permukaan bumi. Lebih dari 70% permukaan bumi ditutupi oleh air baik dalam bentuk laut, Samudra, danau, rawa, dan bendungan. Dari seluruh air yang ada di bumi diperkirakan 2% berupa es dan kurang dari 1% berupa air tawar dan uap air. Laut adalah perairan yang menutupi lebih dari 70% permukaan.

 Atmosfer
        Atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti bumi dengan ketinggian yang tidak terdefinisi. Atmosfer memiliki peran yang sangat penting bagi kelestarian bumi dari hantaman meteor dan radiasi sinar matahari.
            




         Kegiatan manusia dapat berpengaruh terhadap kondisi suhu dan pencemaran udara. Kondisi atmosfer yang menjadi keprihatinan saat ini adalah terjadinya kenaikan suhu atmosfer dan bumi itu sendiri yang disebut dengan pemanasan global (global warming). Menurut Sebagian ilmuwan, pemanasan global disebabkan oleh meningkatnya jumlah gas karbon dioksida (CO_2) di atmosfer akibat pembakaran batu bara, minyak bumi, gas, dan kebakaran hutan. Gas CO_2 bersifat sebagai gas rumah kaca. Artinya, gas CO_2 dapat melewatkan cahaya matahari ke bumi dan oleh bumi, sinar matahari tersebut dipantulkan Kembali ke luar angkasa. Tetapi, sinar-sinar gelombang Panjang seperti sinar inframerah yang memiliki efek panas terbesar, dipantulkan oleh gas rumah kaca kembali ke bumi. Inilah yang menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Naiknya suhu bumi dapat berakibat buruk bagi bumi, antara lain :

  Mencairnya es di kutub bumi menyebabkan naiknya permukaan laut yang dapat
             mengancam masyarakat yang tinggal di daerah pantai.
  Meningkatnya kecepatan dan frekuensi angin sehingga menyebabkan sering timbulnya
             badai dan putting beliung di Indonesia.
  Meningkatnya ketinggian gelombang laut sehingga mengancam ekosistem pantai dan
             terjadinya abrasi pantai.
  Cuaca yang sangat ekstrem sehingga dapat berakibat banjir, tanah longsor, dan gagal
             panen bagi petani.
  Punahnya satwa-satwa tertentu yang dapat berakibat pada terganggunya keseimbangan ekosistem.
  Meningkatnya perkembangan hama tanaman sehingga menyebabkan gagal panen.
  Meningkatnya jumlah penyakit akibat virus.

Kerusakan Ozon
          Ozon (O₃) adalah lapisan atmosfer yang berfungi menyerap sinar ultraviolet dari matahari. Lapisan ozon menyaring hamper 90% sinar ultraviolet tipe A dan tipe B dari matahari. Ultraviolet tipe B secara langsung dapat membunuh makhluk hidup dan merusak kerak bumi.
          Sebagian chlorofluorocarbon (CFC). CFC banyak digunakan dalam industri alat pendingin dan kecantikan. Kerusakan lapisan ozon menyebabkan meningkatnya kadar ultraviolet yang diterima bumi. Radiasi ultraviolet dapat menyebabkan kanker kulit, katarak mata, kerusakan DNA pembawa sifat gen, menurunnya tingkat kekebalan tubuh, berkurangnya populasi plankton, dan akibat lainnya.
          Berkurangnya daya kekebalan (imunitas) tubuh dapat menyebabkan manusia mudah terserang penyakit malaria, campak, herpes, kulit, cacar air, TBC, infeksi jamur, penyakit kulit, dan lainnya. Berkurangnya populasi plankton dapat menyebabkan berkurangnya populasi ikan dan biota laut lainnya.

        Demikianlah postingan mengenai sistem Tata Surya, deskripsi dan  karakteristiknya, serta ulasan lainnya mengenai planet-planet, serta penjelasan mengenai planet Bumi, global warming dan lain-lainnya. Semoga bermanfaat.







15/06/20

Sistem Tata Surya dan Karakteristiknya (bagian 2)

Hukum Pergerakan Planet

          Johannes Kepler menjelaskan peredaran planet dengan 3 ketentuan yang disebut Hukum 
Kepler sebagai berikut : Garis edar planet berbentuk elips. Segitiga yang ditempuh planet memiliki luas yang sama jika waktu tempuhnya sama. Kuadrat kala revolusi planet sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata planet  terhadap matahari.
Komet
          Komet adalah anggota tata surya yang mengorbit matahari dengan lintasan yang sangat lonjong. Oleh karena itu, periode kemunculan komet cukup lama, ada yang 3 tahun sekali, 11 tahun sekali dan komet Halley bahkan hanya muncul setiap 76 tahun sekali, Komet terdiri dari debu, gas, dan es sehingga tampak seperti kabut yang bercahaya karena memantulkan cahaya matahari.  Bagian-bagian komet adalah inti, kepala (koma), dan ekor. Itulah sebabnya komet sering disebut bintang berekor  dan orang jawa menyebutnya lintang kemukus (bintang berasap). Komet bukan bintang, tetapi hanya memantulkan cahaya matahari sehingga tampak bercahaya.
          Ekor komet selalu menjauhi matahari karena dorongan angin matahari. Ekor komet semakain memanjang Ketika bergerak makin dekat ke matahari dan berkurang semakin pendek Ketika bergerak semakin jauh dari matahari.
          Komet Halley diketahui pernah muncul pada tahun 1531, 1607, 1682, 1758, 1910, dan terakhir tahun 1986.

 Asteroid
          Asteroid adalah batuan-batuan yang mengorbit matahari dan lintasan orbitnya berada di antara Mars dan Yupiter. Ukuran asteroid lebih kecil dari planet sehingga disebut planet minor atau planet kecil.

 Meteorid

          Meteorid adalah batuan-batuan kecil yang berada di ruang antar-planet. Karena pengaruh gaya gravitasi, maka sebagian batuan meteorid memasuki atmosfir planet termasuk di antaranya memasuki atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan yang sangat besar, meteorid terbakar dan berpijar. Dari bumi tampak seperti bintang pindah. Meteorid yang memasuki atmosfer bumi disebut meteor sedangkan yang dapat mencapai bumi disebut meteorit.


 Satelit

          Satelit adalah benda langit pengiring planet, karena satelit berevolusi terhadap planet. Bersama-sama dengan planet, satelit ikut mengelilingi matahari. Selain itu, satelit juga berputar pada porosnya. Hanya planet Merkurius dan Venus yang tidak memiliki satelit, sedangkan planet yang lain memilikinya.
          Bumi meiliki satu satelit alam, yaitu bulan dan ratusan satelit buatan yang mengorbit bumi sebagai sarana komunikasi, pemetaan bumi, pengamatan cuaca, dan lain-lain.
          Yupiter memiliki 63 satelit, Saturnus memiliki 56 buah satelit, Uranus dikelilingi oleh 18 satelit, dan Neptunus memiliki 8 satelit.

 Matahari
             
          Matahari  adalah pusat tata surya dan merupakan bintang terdekat dengan bumi. Jarak matahari ke bumi adalah 149.680.000 km. Matahari berupa bola gas panas bersuhu sekitar 6.000 K dengan diameter 1,4 juta km.
          Kerapatan massa rata-rata matahari sebesar 1,41 g/cm^3 dengan gravitasi 27,9 kali gravitasi bumi. Gas yang paling dominan sebagai penyusun matahari adalah hidrogen sebanyak lebih dari 75%, kemudian gas helium sekitar 20%, dan sisanya gas lain. Suhu permukaan matahari antara 5.700 K hingga 6.000 K. Energi matahari berasal dari reaksi fusi antara atom-atom hydrogen menjadi atom helium.



Solar System Astronomy


         Cukup sekian dulu postingan untuk saat ini, mengenai : Deskripsi dan Karakteristik Sistem Tata Surya. Untuk postingan berikutnya dilanjutkan dengan : Bumi dan Peredarannya, Proses-proses yang terjadi pada Litosfer dan Atmosfer Akibat Perubahan Suhu.



11/05/20

Sistem Tata Surya (Deskripsi dan Karakteristiknya)


A.                  TATA SURYA

 Gbr. Tata Surya






1.              Asal-usul Tata Surya




          
Tata surya adalah susunan benda langit dengan pusat edar matahari. Tata surya terdiri dari delapan planet, satu planet kerdil, asteroid, komet, dan satelit. Tata surya terletak di tepi galaksi Bimasakti (Milkyway) pada jarak 2,6 x  km dari pusat galaksi. Tata surya (solar system) berputar mengelilingi pusat galaksi.
           Kedelapan planet dalam tata surya adalah Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sedangkan satu planet kerdil yang berada di luar orbit planet adalah Pluto.
           Tata surya diperkirakan lahir sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Pembentukan tata surya dijelaskan melalui beberapa hipotesis yang dikemukakan oleh para ahli. Hipotesis tersebut antara lain hipotesis nebula, hipotesis planetesimal, hipotesis bintang kembar, hipotesis kondensasi, dan hipotesis pasang surut bintang.



2.          Planet


       
Planet  adalah benda langit yang berputar mengelilingi matahari dengan bentuk lintasan tertentu. Planet memiliki massa dan volume yang sangat besar, melebihi massa dan volume amnggota tata surya lainnya. Planet tidak bercahaya seperti matahari, tetapi hanya dapat memantulkan cahaya dari matahari.


a.        Planet Merkurius


            Planet Merkurius  adalah planet terdekat dari matahari.  Garis tengah planet Merkurius adalah 4.878 km dengan massa 3,3 x kg. Kala rotasi planet  ini 59 hari dan kala revolusinya 88 hari. Volume Merkurius 0,055 kali volume bumi dengan tingkat kerapatan (massa jenis) 5,3 . Merkurius terdiri dari besi kira-kira 58% dari massanya, dan atmosfernya sangat hampa.





b.       Planet Venus


       Planet Venus adalah planet kedua setelah Merkurius. Diameter planet Venus adalah 12.100 km. Massanya 4,88 x  kg. Kala rotasi planet ini 243 hari dan kala revolusinya 224 hari. Jarak Venus ke matahari 108 juta km. Volume Venus 0,87 kali volume bumi dengan tingkat kerapatan 5,2. Walaupun Venus lebih jauh dibandingkan Merkurius karena atmosfernya berupa gas karbon dioksida yang dapat menahan energi matahari akibat efek rumah kaca. Rotasi Venus berlawanan dengan rotasi bumi. Venus sering disebut bintang kejora, bintang sore, atau bintang pagi.


c.         Planet Bumi


        Bumi  adalah planet ketiga dalam urutan tata surya. Bumi memiliki diameter 12.758 km. Massa bumi 5,98 x  kg. Kala rotasi bumi 24 jam dan kala revolusinya 365,25 hari. Jarak bumi ke matahari dinamakan sebagai satu satuan astronomi (Astronomical Unit). Tingkat  kerapatan bumi adalah 5,52. Bumi adalah  planet yang kaya air dan oksigen dengan suhu yang tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah sehingga mendukung kehidupan. Bumi sering disebut planet hijau.


d.            Planet Mars

          
Mars sering disebut planet merah karena dari bumi tampak seperti bintang yang berwarna merah. Warna merah terlihat karena Mars mengandung besi. Planet Mars berdiameter 6,787 km, kira-kira setengah dari diameter bumi dengan massa sebesar 6,4 x  kg. Kala rotasi planet ini 24,6 jam dan kala revolusinya 778 hari. Jarak Mars dari matahari adalah 228 juta km. Volume Mars sebesar 0,15 kali volume bumi dengan tingkat kerapatan 3,95 . Diperkirakan Mars memiliki kandungan air tetapi sekarang sudah lenyap.


e.              Planet Yupiter



          
Yupiter adalah planet raksasa dengan diameter 142.800 km. Massa Yupiter 1,9 x  kg. Kala rotasi planet ini 9,9 jam dan kala revolusinya 11,9 tahun. Jarak Yupiter dari matahari 778 juta km. Volume Yupiter 1.317 kali volume bumi, dengan tingkat kerapatan 1,33 . Tingkat kerapatan Yupiter lebih rendah dari bumi karena Yupiter terdiri dari gas hydrogen, gas helium, dan es, sehingga massa jenisnya lebih kecil dari bumi. Yupiter memiliki cincin yang mengelilinginya namun tidak terlalu jelas. Di Yupiter terdapat badai dengan kecepatan yang besar mencapai 464 km/jam.



f.              Planet Saturnus

           
Planet raksasa kedua setelah Yupiter adalah planet Saturnus. Planet ini memiliki diameter 5,69 x   kg. Kala rotasi planet ini 10,7 jam dan kala revolusinya 29,5 tahun. Jarak Saturnus dari matahari 1,4 miliar km. Volume Saturnus 841 kali volume bumi, dengan tingkat kerapatan 1,62 . Sama seperti Yupiter, Saturnus terdiri dari gas dan es. Saturnus dikelilingi oleh cincin raksasa berupa serpihan es yang diperkirakan berasal dari pecahan komet. Diameter cincinnya mencapai 265.500 km namun tebalnya kurang dari 40 meter.




g.        Planet Uranus


          Uranus merupakan planet terbesar ketiga setelah Saturnus dengan diameter 51.200 km. Massa Uranus adalah 8,7 x  kg. Kala rotasi planet Uranus 17 jam dan kala revolusinya 84 tahun. Jarak planet Uranus dari matahari adalah 2,9 miliar km. Volume Uranus 67 kali volume bumi, dengan tingkat kerapatan 1,2 . Atmosfir Uranus terdiri dari gas metana sehingga tampak berwarna biru jika dilihat dari bumi.


h.           Planet Neptunus




          Planet Neptunus berdiameter 49.500 km. Massa planet ini adalah 1,02 x 10²⁶ kg. Kala rotasi planet ini 16,1 jam dan kala revolusinya 164,9 tahun. Jarak planet Neptunus dari matahari 4,5 miliar km. Volume Neptunus 58 kali volume bumi dengan tingkat kerapatan 1,64
g/cm³. Walaupun jarak Neptunus paling jauh, tetapi suhunya lebih tinggi dibandingkan Saturnus dan Uranus. Panas tersebut berasal dari internal Neptunus sendiri.






i.          Pluto


        Selama ini Pluto dianggap sebagai planet, tetapi karena karakteristiknya berbeda dengan karakteristik planet pada umumnya, maka Pluto tidak termasuk kelompok planet tetapi disebut sebagai planet kerdil  dengan nama baru Asteroid 134340. Diameter asteroid ini adalah 2.200 km dengan massa 10²²  kg. Kala rotasinya 6,4 hari dan kala revolusinya 248 tahun. Jarak asteroid ini 5,9 miliar km dari matahari.
       Planet Merkurius, Venus, Mars, Yupiter, dan Saturnus dapat dilihat langsung dari bumi. Planet-planet ini tampak seperti bintang tetapi cahayanya redup, sedangkan planet Uranus dan Neptunus hanya dapat dilihat melalui teleskop.


       Berdasarkan kedudukannya, planet-planet dalam tata surya dibedakan menjadi : 
➾    Planet dalam atau planet inferior.  Planet yang termasuk golongan ini adalah planet        
Merkurius dan Venus. Planet-planet ini memiliki garis edar antara matahari dengan bumi.

➾    Planet luar atau planet superior. Planet ini memiliki garis edar di luar garis edar bumi. Planet yang termasuk golongan ini adalah Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, danNeptunus
    

 
        Berdasarkan komposisi materi penyusun dan ukurannya, maka planet dapat dibedakan menjadi :

 ➾    Planet terrestrial, yaitu planet-planet yang memiliki volume dan materi penyusun yang hampir sama, antara lain Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Materi penyusun planet planet ini hampir sama, yaitu sejenis batu-batuan dan logam.
 ⇒   Planet raksasa. Planet ini  berukuran besar dan komposisi materi penyusunnya hampir sama, yaitu gas dan es. Yang termasuk kelompok ini adalah Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.