20/08/19

Albert Einstein : Sekilas tentang ilmuwan ternama (Bagian-2)

Teori relativitasnya mengubah pandangan tentang alam semesta (Bagian ke-2)


Sebuah pandangan baru tentang dunia


    Teori Einstein jauh lebih dari hanya sekadar memecahkan misteri hasil eksperimen Morley dan Michelson. Teori tersebut menjawab apa yang selama itu dicari oleh semua orang, sebuah hukum baru untuk menggantikan hukum Newton yang telah digunakan untuk menerangkan banyak masalah penting dalam ilmu fisika. Bahkan lebih dari itu, teori Einstein mengajak orang-orang melihat dan menghayati dunia dengan cara yang baru dan berbeda sama sekali.
     Walaupun sifat abstrak dan ilmiahnya menonjol sekali, temuan-temuan Einstein juga berpengaruh kepada para penulis, terutama pengarang fiksi ilmiah, para filsuf, dan para seniman. Banyak orang yang tercengang, kagum sekaligus bingung sewaktu mendengr gagasan tentang waktu yang fleksibel serta ruang yang variabel. Selama tahun 1950-an dan 1930-an, banyak syair pendek mengenai gagasan ini yang menjadi populer. Sebuah diantaranya, meskipun secara ilmiah tidak tepat ,mampu menggambarkan betapa terkenalnya Einstein : There was a young lady called Bright, Who journeyed much faster than light, She set off one day, In a relative way,  Andarrived backthe previous night.
Terjemahan bebasnya adalah sebagai berikut :Ada seorang dara bernama Bright, Yang terbang lebih cepat dari cahaya,  Suatu hari ia berangkat dengan bergegas, Menggunakan teori relativitas, Dan, kembali malam sebelumnya. 

  Albert Einstein dan Charlie Chaplin, 1931.


Bercerai

   Pada tahun 1914, Einstein pindah ke Berlin di Jerman untuk menduduji jabatan senior yang pernah ditawarkan kepadanya setahun sebelum itu. Mileva dan anaknya juga turut pindah, tetapi mereka tidak lama menetap disana. Mereka kembali ke Zurich, karena Mileva lebih suka tinggal disitu. Einstein dan Mileva hidup secara terpisah sejak tahun 1914 itu dan akhirnya bercerai pada tahun 1919. Einstein mengaku dialah yang lebih patut dipersalahkan. Sehubungan dengan kegagalannya dalam membina rumah tangga ini kelak Einstein menulis tentang seorang sahabatnya, Besso : "Yang paling kukagumi dalam dirinya sebagai manusia adalah bahwa ia mampu mengusahakan kehidupan yang serasi dan damai selama bertahun-tahun cukup dengan seorang wanita~sementara aku sendiri dua kali gagal secara mengenaskan."

Bagaimana peran serta Mileva?

   Di belakangan hari banyak orang berpendapat bahwa baik sebelum maupun sesudah perkawinannya dengan Einstein, Mileva mempunyai peran serta yang jauh lebih banyak dari yang pernah diperkirakan dalam temuan-temuan besar Einstein. Einstein memang menyerahkan seluruh hadiah uang yang diperolehnya dari Hadiah Nobel untuk Fisika kepada Mileva, agaknya sebagai santunan untuk membiayai keluarga yang ditinggalkannya itu. Einstein dianugerahi Hadiah Nobel, salah satu penghargaantertinggi yang dapat diterima oleh seorang ilmuwan,pada tahun 1921 untuk karya yang telah diselesaikannya tahun 1905. Perkawinan Einstein yang pertama bubar, meskipun demikian ia merasa bahagia di Berlin. Di kemudian hari, tentang kota ini ia mengatakan : "tempat dimana aku merasakan hubungan yang paling dekat antara manusia dan ilmu pengetahuan.

Perang Dunia I

      Pada tanggal 1 Agustus 1914, perang secara resmi pecah anatar Jerman melawan Inggris, Rusia, dan Perancis. Sebagai warganegara Swiss, negara yang tetap netral, Einstein tidak terlibat langsung dalam kancah peperangan, tetapi ia merasa sedih dan terenyuh membayangkan musnahnya sebagian kehidupan, dan lebih sedih lagi ketika merenungkan kerusakan yang ditimbulannya pada peradaban di semua negara yang turut ambil bagian. Padatahun 1925, bersama sejunlah tokoh terkemuka dari berbagai negara, ia menandatangani dokumen "Manifesto Eropa". Dokumen ini mendesak semua pihak yang mencintai dan menjunjung "kebudayaan Eropa" agar bekerja sama menidirikan sebuah
liga bangsa-bangsa, yang bertujuan mencegah perang dan mendorong dilakukannya upaya-upaya damai dalam menyelesaikan perselisihan antarnegara.
    Penandatanganan manifesto ini merupakan langkah pertama Einstein dalam kegiatan politik praktis. Akan tetapi sampai akhir hayatnya ia terbukti aktif dalam berbagai kegiatan kampanye untuk membela perdamaian, toleransi, dan keadilan. Sejalan dengan keterlibatannya dalam politik, karya Einstein dalam bidang ilmiah juga terus menunjukkan kemajuan yang sangat memuaskan. Antara tahun 1914 dan 1918 ia menulis lebih dari lima puluh makalah dan menyelesaikan penyusunan sebuah buku; naskah untuk bukunya yang membahas teori relativitas umum telah mendekati penyelesaian; ia hampir selalu diundang sebagai pembicara dalam berbagai pertemuan ilmiah.

Einstein jatuh sakit

     Kesibukan-kesibukan yang luarbiasa baik dalam penelitian maupun dalam kegiatan politik ternyata menguras sebagian besar energinya. Pada tahun 1927 Einstein jatuh sakit. Mula-mula gangguan liver, lalu infeksi usus, kemudian penyakit kuning, dan kesehatannya terus rapuh sampai beberapa tahun berikutnya. Dalam kondisi jasmani yang seperti itu, penderitaan rupanya masih dianggap belum cukup baginya. Pada tahun 1928 ia mengalami serangan jantung yang serius.
     Selama sakit yang berkepanjangan itu Einstein dirawat oleh seorang sepupunya,Elsa Lowenthal, yang sudah saling akrab sejak masih kanak-kanak. Seperti Einstein, Elsa juga sudah pernah menikah, tetapi kemudian bercerai. Pasangan ini menjalin persahabatan kembali sejak Einstein pindah ke Berlin pada tahun 1914, dan akhirnya menikah pada tahun 1919. Kehidupan perkawinan ini membahagiakan bagi Elsa, tetapi tidak demikian bagi Einstein. Ini berlangsung sampai Elsa meninggal pada tahun 1936. Elsa merawat Einstein dan ibunya yang sudah lanjut usia dengan penuh kelembutan, selain merawat dua anak perempuannya sendiri. Ia berhasil menciptakan suasana rumah yang nyaman dan akrab. Ia juga menikmati perannya sebagai "isteri seorang tokoh besar". Einstein berterimakasih sekali kepada Elsa karena kasih sayang dan pengabdiannya, akan tetapi sesungguhnya ia lebih suka hidup sendiri.
    Salah seorang penulis biografi Einstein mengungkapkan bahwa ilmuwan besar ini juga pernah jatuh cinta kepada seorang wanita lain selama tinggal di Berlin, tetapi cintanya tak terbalas. Tentang kekecewaannya ini Einstein mengatakan bahwa rupanya ia terpaksa harus mencari diantara bintang-bintang untuk sesuatu yang tidak diperolehnya di bumi.

Produktivitas Einstein yang menurun

    Einstein berusaha agar kesehatannya yang buruk serta kegiatannya dalam kampanye perdamaian tidak mengganggu kegiatan ilmiahnya. Kendatipun demikian, selama separuh kedua hidupnya, tampak bahwa ia tidak begitu produktif lagi dalam bidang penelitian. Jabatan yang dipegangnya di Berlin banyak menyangkut tugas-tugas administratif, dan sebagai seorang pakar bertaraf internasional, ia sering harus memberikan sambutan, dimintai saran, serta membuat laporan-laporan. Semua ini  sangat melelakan, dan ia juga tidak mempunyai kesempatan lagi untuk menjalankan riset yang harus ditekuni terus-menerus. Ada yang mengatakan bahwa tanpa dukungan istrinya Mileva yang juga ilmuwan, ilham mendatangkan gagasan-gagasan baru dan asli menjadi lebih sulit didapatkan. Oleh karena itu sumbangannya yangpaling murni bagi dunia ilmu pengetahuan hanya terjadi anatara tahun 1903 dan 1916. Sejalan dengan bertambahnya usia, Einstein menemukan bahwa ia semakin menikmati minat-minatnya yang lain~membaca buku-buku filsafat dan bermain atau mendengarkan musik. Ia menikmati diskusi dan perdebatan dengan kawan-kawannya, dan selalu berhubungan melalui surat dengan teman-temannya serta siapapun yang bersimpati dengan gagasan-gagasannya.

Mempersatukan gaya-gaya dalam alam

    Dalam sisa hidupnya, Einstein berkutat dengan dua masalah besar dalam ilmu fisika : teori medan menyatu dan mekanika kuantum     Studi tentang teori medan menyatu(unified field theory) merupakan upaya ke satu-satunya yang akan menjelaskan secara lengkap bagaimana semua gaya bekerja di dalam alam. Gaya-gaya inilah yang memicu "semua kejadian". Meskipun masih samar-samar, Einstein telah merasakan kehadiran gaya ini ketika menerima hadiah sebuah kompas pada usia lima tahun. Pada masakini, para pakar fisika menduga tentang adanya empat buah gaya terpisah
yang bekerja pada segala sesuatu di alamsemesta, yaitu : gaya lain yang disebut gaya lemah dan gaya kuat. sejak zaman Einstein, mereka masih belum menemukan teori yang akan memberikan jawaban lengkap untuk menjelaskan bagaimana keempat gaya mendasar ini bekerja sama. Akan tetapi, seperti kata Profesor Stephen Hawking, salah seorang pakar fisika terkemuka dewasa ini, kita sudah "tahu banyak tentang sifat-sifat yang harus dimilikinya".



Mekanika kuantum

    Teori relativitas Einstein sendiri telah merupakan salah satu sumbangan yang penting untuk merumuskan hukum fisika satu-satunya yang diharapkan dapat menjelaskan alam semesta. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah, seperti yang disadari sendiri oleh Einstein, hukum itu tidak sepenuhnya berkesesuaian dengan teori penting lain yang digunakan oleh para ahli fisika untuk membantu memahami kejadian-kejadian di alam. Teori yang kedua ini terkenal sebagai mekanika kuantum. Tidak seperti relativitas, yang berurusan dengan dengan waktu dalam ruang yang luar biasa besar, mekanika kuantum menjelaskan bagaimana perilaku unit-unit zat yang paling kecil yang diketahui ada~yakni kuantum energi, dan partikel-partikel subatom seperti elektron,
proton serta quark. Pemahaman atas perilaku partikel-partikel sangat kecil ini menghadirkan suatu cakrawala pandang baru ke dalam hukum-hukum fisika atom.
   Einstein sangat tertarik pada teori kuantum, tetapi ia belum pernah menerima teori itu secara penuh. Khususnya, ia tidak setuju dengan unsur kebetulan yang tersirat dalam prinsip ketidakpastian."Tuhan tidak bermain dadu', tegasnya.


Kegiatan-kegiatan lain

     Pada tahun 1922, Einstein menjadi anggota Komite Kerjasama Cendekiawan dalam organisasi Liga Bangsa-bangsa, yang didirikan pada tahun 1918 seusai Perang Dunia I. Pada tahun 1925, bersama dengan pejuang hak asasi manusia India Mahatma Gandhi serta banyak tokoh lain, ia berkampanye untuk menghimbau penghapusan wajib militer. Dan,  Dan, pada tahun 1930, Einstein sekali lagi membubuhkan tanda tangannya pada sebuah manifesto internasional lain yang penting, kali ini yang diprakarsai oleh Liga Internasional Wanita untuk perdamaian dan Kemerdekaan. Manifesto itu menghimbau pelucutan senjata secara internasional sebagai cara yang terbaik untuk menjamin perdamaian antarbangsa. Ia juga berhubungan dengan sebuah organisasi pasifis terkenal, Perhimpunan Anti Perang Internasional.




Jasa baik internasional


    Einstein berkunjung ke semua negara tadi atas nama pribadi, bukan mewakili pemerintah Jerman. Lagi pula, ia sudah menyandang kewarganegaraan Swiss sejak tahun 1901. Akan tetapi ketulusan, kehangatan , dan persahabatan yang ditunjukkannya menimbulkan kesan yang baik kemanapun ia pergi, dan besar peranannya dalam mendorong proses rekonsiliasi (kerukunan kembali) antarnegara yang baru terlibat perang. Sebagai umat manusia, seseorang dianugerahi kecerdasan yang cukup untuk dapat melihat dengan jelas betapa tidak memadai akal budinya bila dibandingkan dengan rahasia alam yang ingin dipecahkannya. Seandainya saja, kesadaran tentang ketidaksempurnaan ini dapat ditularkan kepada semua orang maka kehidupan manusia di dunia ini akan jauh lebih baik.

Einstein seorang Yahudi yang keluar dari kewarganegaraan Jerman


Penghargaan internasional lagi

     Einstein banyak sekali menerima hadiah dan penghargaan internasional atas prestasi-prestasi ilmiahnya. Pada tahun 1920, ia dianugerahi French Ordre pour la Merite. Pada tahun 1921, ia menerima hadiah Nobel untuk Fisika, untuk sebuah makalah yang ditulisnya sebelum mengembangkan gagasan tentang relativias. Ia dianugerahi medali Copely dan medali emas dari Royal Astronomical Society di London pada tahun 1925. Empat tahun kemudian, tahun 1929, ia menerima penghargaan berupa medali Planck dari Royal Prussian Academy. Ia juga diundang sebagai dosen tamu di berbagai universitas di seluruh dunia.

Nasionalisme

    Salah satu hal penting lain yang menggugah Einstein untuk terjun dalam politik adalah adanya gerakan yang dikenal sebaga Zionisme. Gerakan ini muncul di Eropa pada tahun-tahun sesudah Perang Dunia I. Kaum Zionis adalah mereka yang mendukung pernyataan orang-orang Yahudi di seluruh dunia untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di kawasan yang menurut sejarah dan tradisi merupakan tanah air Israel. Einstein seorang Yahudi, tetapi ia tidak menjalankan tradisi Yahudi dalam hidup sehari-harinya. Yang penting baginya adalah bahwa setiap orang seyogianya mempunyai rasa keadilan, jujur, dan menghargai hak orang lain untuk hidup bebas dan bermartabat. Pada tahun 1921 ia menemani Chaim Weitzman (sesama ilmuwan yang kemudian menjadi presiden pertama negara baru Israel) pada perjalanan penghimpunan dana ke Amerika. Sampai akhir hayatnya, Einstein memajukan pendidikan sains dan teknologi di Israel dan membantu orang-orang Yahudi yang kesulitan.

Solidaritas dengan Yahudi Jerman

      Einstein menyadari bahwa meskipun kedudukannya sangat bergengsi~ia seorang pegawai negeri~dan kemasyhurannya di seluruh dunia tidak dapat melindunginya dari serangan kaum anti-Yahudi. Dalam situasi politik yang kacau balau di Jerman golongan ini
semakin mendapatkan tempat. Einstein menjadi sasaran sejumlah penyerangan.Orang mendirikan sebuah "gerakan anti-Einstein. Seperti biasa, Einstein menanggapi ini dengan berani dan jenaka "Kalau saya memang salah, satu pengarang saja sudah cukup."
Kritik-kritil terhadap gagasan-gagasan ilmiah Einstein mulai muncul di surat-surat kabar Jerman. Dalam sebuah usaha intimidasi yang terang-terangan, polisi menangkap seorang pelaku dan orang itu dituduh berkomplot untuk membunuh Einstein,tetapi pengadilan hanya menjatukan hukuman denda yang sangat ringan.

Nazisme

      Sekitar awal tahun 1930-an,sesosok tokoh baru yang bertangan besi muncul dalam percaturan politik Eropa. Adolf Hitler. Dengan mengobarkan semangat patriotisme ia berhasil memperoleh dukungan diantara golongan-golongan tertentu di Jerman. Mereka bersikap sangat bermusuhan dengan orang Yahudi, atau siapapun yang tampaknya dapat mengancam kekuasaan pemerintah Jerman pada saat itu,seperti orang komunis, tokoh agama, cendekiawan, seniman, atau ahli filsafat.  Beberapa teman dekat Einstein ditangkap dan dipenjarakan. Seorang di anatara mereka, Carl von Ossietzky, diadili dan dihukum dengan tuduhan berkhianat. Pada tahun 1932, Einstein menulis surat protes atas ketidakadilan yang mencolok ini. Saat itu tengah berada di Amerika, menjadi tamu sebuah lembaga penelitian teknologi yang terkenal di sana. Ini sebuah tindakan yang sangat berani, karena secara tidak langsung menyatakan diri bermusuhan dengan rezim yang berkuasa di Jerman. Ini juga berarti bahwa Einstein serta keluarganya tidak pernah bisa pulang.
    Pada tanggal 17 Oktober 1933, Albert Einstein dan keluarganya berlayar ke Amerika  Ia tidak pernah menjejakkan lagi kakinya ke Eropa.  Amerika, Amerika Bahkan sebelum Einstein menulis surat yang menutuk penangkapan rekan-rekannya dari gerakan antiperang, ia telah mempertimbangkan kepindahannya dari Berlin. Pada awal tahun 1932, ia telah menerima tawaran untuk mengajar di Universitas Princeton, Amerika Serikat~salah satu dari sejumlah tawaran serupa pada waktu itu. Princeton terasa sunyi sekali dibanding suasana Berlin yang hiruk pikuk. Tetapi, Einstein dan keluarganya lambat-laun dapat menyesuaikan diri kehidupan mereka yang baru dan mulai mendapatkan teman baru.



Tidak pasif lagi

    Einstein menjadi warganegara Amerika pada tahun 1936 tetapi tetap mempertahankan kewarganegaraan Swissnya. Sejak kedatangannya di Amerika Serikat, keluarga Einstein telah diperingati bahwa kendatipun tinggal di negara itu mereka tetap belum aman dari ancaman Nazi bila secara terang-terangan terjun dalamkegiatan politik. Einstein memtuhi himbauan ini sepenuhnya.
Sementara itu, peristiwa-peristiwa yang menyusul kemudian telah memaksanya mengubah pandangan politiknya. Ia melepaskan paham pasifisnya. Langkah-langkah politik Hitler begitu jahatnya sehingga Einstein bertekad bahwa orang ini harus dihentikan, apa pun pengorbanan yang harus diberikan. Perubahan sikap Einstein ini disebabkan oleh berita-berita yang sampai ke Amerika tentang kekejaman yang terjadi sehari-hari di Jerman. Dalam tahun-tahun sejak Adolf Hitler berkuasa, keadaan orang Yahudi Jerman semakin tak terbayangkan buruknya.


Albert Einstein  bersama cucu, di Ulang Tahun yang ke-70 

Bom atom

      Einstein menggunakan pengetahuan ilmiahnya untuk, dengan segala daya, membantu perjuangan melawan Nazi. Dalam bulan Agustus 1939, ia menulis surat kepada Presiden Amerika Serikat Roosevelt, menerangkan bahwa temuan-temuan ilmiah mutakhir telah menunjukkan kemungkinan dikembangkannya senjata yang didasarkan pada tenaga atom. Pada tahun 1941, Roosevelt menugasi para ilmuwan pemerintah membuat bomatom yang pertama di dunia, dan, pada tahun 1943, ia menunjuk Einstein sebagai penasehat khusus untuk pembuatan senjatadengan daya ledak tinggi di Angkatan Laut AS. Belakangan, Einstein mengatakan bahwa seandainya ia tahu bahwa Jerman tidak mampu membuat senjata nuklir, ia tidak akan membujuk dan membantu Amerikamengembangkannya. "Perang berhasil dimenangkan tetapi perdamaian belum"
     Albert Einstein takut bahwa berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945 tidak mendatangkan perdamaian yang langgeng. Dua kali dalam masa hidupnya yang panjang, ia menyaksikan kematian dan penderitaan yang mengerikan akibat perang besar-besaran. Kini ia berharap didirikannya sebuah Pemerintahan Dunia yang akan mengakhiri sama sekali persaingan di antara bangsa-bangsa. Menurut pendapatnya, inilah satu-satunya cara untuk menyelamatkan peradaban dan umat manusia. Dewasa ini banyak orang mengkhawatirkan efek-efek berbahaya yang ditimbulkan oleh teknologi modern,baik pada sekelompok manusia maupun pada ekologi dunia secara keseluruhan. Pada tahun 1917 ia pernah menulis kepada seorang temannya, "Kemajuan teknologi yang kita capai pada
uatu saat bisa saja menjadi sebuah kapak pembunuh  di tangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Keadilan

      Dalam tahun-tahun terakhir hidupnya Einstein meneruskan kampanyenya untuk mengupayakan kemerdekaan dan keadilan~bahkan meskipun tidakannya ini tidak menyenangkan para pejabat di tanah airnya yang baru. Ia mendukung rakyat untuk mengetahui keputusan-keputusan pemerintah mengenai hal-hal yang peka seperti keputusan untuk membuat senjata nuklir, misalnya. Ia mendukung hak para guru untuk menyampaikan informasi secara bebas kepada murid-murid atau mahasiswa tanpa sensor atau kontrol politik. Ia juga mendukung diperbolehkannya unjuk rasa damai apabila semua usaha untuk mencapai penyelesaian yang adil telah gagal.  





Einstein untuk jabatan presiden?

     Dukungan Einstein kepada zionisme yang diberikannya selama tahun-tahun 1920-an dan 1930-an ternyata menghasilkan sesuatu yang tak disangka-sangka. Pada tahun 1952 negara Israel memutuskan perlunya menyatakan rasa terima kasih kepada Albert Einstein untuk semua yang telah dilakukannya guna membantu orang Yahudi serta peranannya dalam mengupayakan perdamaian dan kerjasama internasional. Einstein ditawari menjadi Presiden Israel yang kedua. Ini sebuah kehormatan yang luar biasa, tetapi Einstein sudah berusia tujuh puluh satu tahun dan sudah merasa lelah. Ia juga sadar bahwa ia tidak mempunyai keahlian politik, karena itu dengan bijaksana tawaran tersebut ditolaknya. Sehubungan dengan penolakannya atas tawaran menjadi presiden, seorang negarawan Israel berkata,"Betul, ia memang tokoh utama abad ini, tapi coba bayangkan seandainya ia menerima tawaran itu. Mungkin kami tidak boleh berbasa-basi lagi ".

Mangkatnya seorang jenius

      Einstein tidak pernah berhenti berpikir atau memperjuangkan hak asasi manusia sampai akhir hayatnya. Bahkan ketika ia sudah berbaring tak berdaya di rumah sakit, ia masih meminta agar catatan perhitungan matematinya yang terakhir diantarkan kepadanya. Sesudah beberapa tahun hidup dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk, Albert Einstein meninggal dunia pada pagi hari tanggal 18 April 1955. Tidak ada yang meragukan bahwa Albert Einstein adalah salah satu ilmuwan pemikir besar~kalau pun bukan yang paling besar~dalam generasinya. Kita sekarang mengenangnya bukan hanya karena temuan-temuan ilmiahnya, melainkan juga karena mutukepribadiannya~keberaniannya, kekerasan hatinya,  kerendahan hatinya,dan rasa humornya~disamping peran aktifnya dalam upaya perdamaian dan saling pengertian antarbangsa.Einstein percaya bahwa seorang ilmuwan juga dapat lebih berperan dalam kehidupan sehari-hari, dan turut bertanggung jawab atas akibat yang mungkin ditimbulkan oleh temuan-temuan mereka.

Sesuatu yang abadi

     Sebagai seorang ilmuwan, sumbangan Einstein memang luar biasa. Ia memperkenalkan sejumlah cara baru untuk memahami masalah-masalah fisika, yang telah terabaikan sejak masa ISaac Newton. Ia mengembangkan sebuah cara baru untuk mengukur dimensi-dimensi dasar waktu dan ruang. Ia menyediakan perangkat matematika baru untuk membantu para ilmuwan yang mengikuti jejaknya dalam mencari jawab yang menakjubkan atas pertanyaan-pertanyaan tentang bagaimana asal mula alam semesta, serta bagaimana cara kerjanya.
     Bagi Albert Einstein,penelitian-penelitian ilmiahnya mendatangkan kepuasan yang amat mendalam.Pertama,kegairahannnya memuncak begitu sadar bahwa ia telah menemukan sesuatu yang baru. Tentang ini ia berkata: "Pencarian telah berlangsung bertahun-tahun di kegelapan, untuk mendapatkan kebenaran yang dapat dirasakan tetapi tidak dapat diungkapkan. Keyakinan dan kebimbangan datang silih berganti sampai akhirnya sebuah titik terang ditemukan, yang dapat menjelaskan sesuatu yang semula hanya dapat diketahui oleh orang yang telah mengalaminya sendiri."
   Kedua, Einstein sadar bahwa penelitian ilmiahnya telah mengantarnya ke batas pengetahuan manusia, dan membawanya hampir berhadapan langsung dengan sesuatu yang mungkin merupakan kebenaran mutlak tentang dunia kita. Di kemudian hari, Albert Einstein hampir sama terkenalnya di lapangan politik dibanding dalam prestasi
yang utama.





        Demikianlah teman-teman pembaca, saya akhiri untuk postingan saat ini tentang ilmuwan ternama (Albert Eisntein). Pada postingan berikutnya masih ada hubungan dengan ilmuwan tersebut,  yaitu: Menjalani masa-masa akhir hidup Einstein, bersama kawan atau informasi tentang pertemanan dekatnya, terutama dengan Michelle Besso, seorang insinyur, dan Heinrich Zangger, seorang profesor kedokteran forensik di Universitas Zurich. Pengaruh kedua orang ini terhadap kehidupan Einstein, baik secara pribadi maupun profesional, sangat dalam dan bertahan sepanjang masa hidupnya.dan hobinya terhadap musik


22/07/19

Albert Einstein : Sekilas tentang ilmuwan ternama

Seorang Pakar eksentrik yang teori relativitasnya mengubah pandangan tentang alam semesta.

     Bumi kita, matahari, serta planet-planetnya termasuk dalam galaksi yang sama, yang tersusun dari sekitar dua milyar bintang. Masih ada ratusan galaksi lain yang telah diketahui terdapat di alam semesta ini. Kebesaran dan keagungan alam semesta inilah yang mempesona Einstein sehingga ia bertekad menguak keajaibannya. Ketika ramalannya bahwa ruang angkasa berbentuk lengkung tampaknya terbukti, ia segera menjadi orang terkenal.

    Karya tulis yang pertama pertama, berjudul "Pada Sudut Pandang Heuristik Mengenai Produksi dan Transformasi Cahaya," Einstein berteori bahwa cahaya terdiri dari kuanta individu (foton) yang menunjukkan sifat mirip partikel sementara secara kolektif berperilaku seperti gelombang. Hipotesis, sebuah langkah penting dalam pengembangan teori kuantum, dicapai melalui pemeriksaan Einstein tentang efek fotolistrik, sebuah fenomena di mana beberapa padatan memancarkan partikel bermuatan listrik ketika terkena cahaya. Karya ini nantinya akan memberinya Hadiah Nobel Fisika 1921. Dalam makalah kedua, ia menyusun metode baru untuk menghitung dan menentukan ukuran atom dan molekul dalam ruang tertentu, dan pada makalah ketiga ia menawarkan penjelasan matematis untuk gerakan tak menentu konstan dari partikel yang tersuspensi dalam cairan, yang dikenal sebagai Brown gerakan. Kedua makalah ini memberikan bukti yang tidak terbantahkan tentang keberadaan atom, yang pada saat itu masih diperdebatkan oleh beberapa ilmuwan. Karya Tulis Ilmiah berikutnya (ketiga), adalah Relativitas khusus atau teori relativitas khusus. Teori inilah menggantikan pendapat Newton tentang ruang dan waktu dan memasukan elektromagnetisme sebagaimana tertulis oleh persamaan Maxwell.
     Karya ilmiah keempat Einstein yang inovatif pada tahun 1905 membahas apa yang disebutnya teori relativitas khususnya. Dalam relativitas khusus, waktu dan ruang tidak absolut, tetapi relatif terhadap gerakan pengamat. Dengan demikian, dua pengamat yang bergerak dengan kecepatan tinggi dalam hal yang berkaitan satu sama lain tidak perlu mengamati peristiwa simultan dalam waktu pada saat yang sama, juga tidak harus setuju dalam pengukuran ruang mereka. Dalam teori Einstein, kecepatan cahaya, yang merupakan kecepatan pembatas dari setiap benda bermassa, adalah konstan dalam semua kerangka acuan. Dalam makalah kelima tahun itu, sebuah eksplorasi matematika relativitas khusus, Einstein mengumumkan bahwa massa dan energi adalah setara dan dapat dihitung dengan persamaan, E = mc2.  Meskipun publik tidak cepat merangkul ilmu revolusionernya, Einstein disambut ke dalam lingkaran fisikawan Eropa yang paling terkemuka dan diberikan jabatan profesor di Zurich, Praha dan Berlin. Pada tahun 1916, ia menerbitkan "Landasan Teori Relativitas Umum," yang mengusulkan bahwa gravitasi, serta gerak, dapat memengaruhi interval waktu dan ruang. Menurut Einstein, gravitasi bukanlah gaya, seperti yang dikemukakan Isaac Newton, tetapi medan melengkung dalam kontinum ruang-waktu, yang diciptakan oleh kehadiran massa. Sebuah objek dengan massa gravitasi yang sangat besar, seperti matahari, karenanya akan tampak membengkokkan ruang dan waktu di sekitarnya, yang dapat ditunjukkan dengan mengamati cahaya bintang saat mengitari matahari dalam perjalanannya ke bumi. Pada tahun 1919, para astronom mempelajari prediksi gerhana matahari yang diverifikasi Einstein dalam teori relativitas umum, dan ia menjadi selebritas semalam. Kemudian, prediksi lain tentang relativitas umum, seperti pergeseran orbit planet Merkurius dan kemungkinan adanya lubang hitam, dikonfirmasi oleh para ilmuwan.

 NASA Mengumpulkan Data Gravitasi untuk Menguji Teori Einstein


     Pada tahun 1919, di ruang pertemuan organisasi yang sudah ratusan tahun menyandang nama besar, bertempat di London tepatnya Roral Society. Berkumpullah dengan penuh sesak orang-orang yang terdiri dari para pakar fisika dan astronomi terkemuka di Eropa. Dengan penuh perhatian mereka tengah menyimak prsentasi dari dua orang sejawat senior mereka, Dr.Crommelin dan Profesor Eddington. Kedua orang itu menguraikan hasil-hasil risetmereka yang terbaru,dari observatorium-observatorium di pantai Brazil dan Afrika Barat.
   Crommelin dan Edington telah memotret sejumlah bintang, yang biasanya hanya tampak pada malam hari yang gelap, atau pada siang hari, meskipun jarang sekali. Prosedur pemotretannya tidak aneh, tetapi kemudian ketika hasil pemotretan dipelajari lenih seksama, mereka menemukan bahwa bintang-bintang yang terletak disitu tidak terletak pada posisi yang semestinya. Posisi semua bintang itu agak bergeser ke samping. Ini aneh dan tidak mungkin, tetapi yang mereka hadapi adalah kenyataan. Apakah yang sesungguhnya telah terjadi ?

Ramalan Einstein

    Meskipun demikian, ada satu orang, Albert Einstein, yang sama sekali tidak terkejut ketika menyatakan hasil pengamatan Crommelin dan Eddington tersebut. Einstein justru merasa senang dan lega, mengapa ?, Ia pernah memperkirakan yang mereka temukan itu jauh sebelumnya. Di tahun 1915, ia telah meramalkan bahwa hasil pemotretan itu akan demikian adanya. Ia telah meramalkan bahwa sinar-sinar cahaya yang datang dari bintang-bintang yang jauh akan melengkung ketika melewati matahari, dan oleh pengamat di bumi hal ini akan terasa seolah bintang-bintang itu telah pindah. Ia bahkan telah memprakirakan sampai seberapa jauh pembelokan itu terjadi, sehingga orang
dapat mengetahui seberapa jauh bintang yang diamati seakan berpindah tempat.
   Einstein telah membuat ramalan-ramalan ini sebagai bagian dari sebuah teori~sekarang dikenal sebagai teori relativitas~sejak tahun 1905. Jika teori itu benar, maka akan betul-betul mengubah pemahaman orang tentang hukum-hukum ilmiah yang mengatur alam semesta. Pengamatan yang dikerjakan Crommelin dan Eddington memang dirancang untuk menguji ramalan Einstein tentang pembelokan cahaya.
"Bagaimanakan bentuk lintasan cahaya?"

     Einstein telah meramalkan bahwa sinar cahaya yang berasal dari bintang-bintang akan dibelokkan apabila lewat dekat matahari, dan ternyata itulah yang kemudian teramati. Kenyataan ini sungguh mengejutkan, karena para ilmuwan lain percaya bahwa sinar cahaya selalu bergerak dalam lintasan lurus di ruang angkasa, dari sumber cahaya tersebut langsung ke mata si pengamat, akan tetapi menurut teori relativitas umum Einstein, cahaya tidak menempuh lintasan yang betul-betul garis lurus. Ia berpendapat bahwa sinar-sinar cahaya yang memintas ruang angkasa (serta waktu) selalu mencari lintasan yang sependek mungkin antara dua buah titik.
    Teori Einstein menyediakan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini. Ia mengatakan bahwa karena cahaya~yang harus menempuh lintasan paling pendek yang tersedia~terpaksa mengikuti lintasan yang melengkung, maka dalam hal ini, ruang angkasa itu sendiri pastilah berbentuk melengkung. Ini sebuah pernyataan yang revolusioner. Betapa sulit membayangkan bahwa ruang angkasa yang begitu besar dan tampaknya tak berbentuk ternyata melengkung. Dan ini bertentangan dengan salah satu kaidah dasar ilmu fisika.

"Gravitasi tidak seperti yang kita kira"

     Gravitasi bukanlah yang menyebabkan benda-benda (misalnya bumi) bergerak di ruang angkasa; melainkan kumpulan zat dan energi (misalnya matahari) di titik-titik
ertentu dalam alam semesta yang sesungguhnya menyebabkan ruang angkasa melengkung. Dengan demikian, efek-efek gravitasi~bumi yang mengitari matahari, misalnya~bukan secara langsung ditimbulkan oleh massa sebuah benda yang menarik massa benda lain ke arahnya. Yang sesungguhnya, bumi mengorbit matahari dalam gerak melingkar karena mencoba mengikuti lintasan selurus mungkin di ruang angkasa yang lengkung, seperti sinar-sinar cahaya dari bintang yang melengkung dalam perjalanan ke bumi.
  Teori relativitas Einstein mengguncangkan keyakinan yang sudah mapan tentang gravitasi serta banyak kaidah ilmiah lain yang bergantung pada keyakinan tersebut~kaidah yang telah dianggap teliti selama ratusan tahun. Akan tetapi, teori Einstein untuk pertama kalinya memperkenalkan cara baru untuk mengukur beberapa sifat dasar yang terdapat di alam semesta~misalnya kecepatan cahaya dan waktu.

Menjadi termasyhur

     Teori Einstein, yang memang sulit sekali dimengerti, tidak diterima oleh beberapa ilmuwan terkemuka. Salah seorang diantaranya, Sir Oliver Lodge, keluar dari ruang pertemuan sebagai protes. Akan tetapi banyak yang sadar bahwa foto-foto hasil pengamatan itu menunjukkan bahwa Einstein telah membuat sebuah temuan penting. Hingga saat itu, belum ada seorang pun yang mampu memahami cara kerja alam semesta sampai sedemikian rinci.
      Menurut Presiden Royal Society, "Teori Einstein adalah salah satu prestasi terbesar dalam sejarah pemikiran umat manusia". Keesokan harinya barulah Einstein sadar bahwa ia telah menjadi orang yang terkenal di seluruh dunia yang beradab. Surat kabar The Times di London memuat artikel utama dengan judul "Revolusi dalam Sains". Di Amerika Serikat, New York Times menyatakan "Teori Einstein Berjaya". Di Berlin, kota tempat Einstein berkarya, ia disanjung sebagai "Tokoh Besar baru dalam sejarah dunia". Sampai akhir hayatnya, Einstein hampir tidak pernah absen dari pemberitaan. Pada tahun 1927, ia menulis sebuah puisi pendek tentang masalah-masalah yang dirasakannya akibat menjadi terkenal.

Sebuah teori yang mengubah dunia

     Mengapa Albert Einstein menjadi begitu terkenal ?. Mengapa ia dikagumi di seluruh dunia?. Teori relativitas Einstein~yang dengan penuh kemenangan dikukuhkan oleh foto-foto hasil pengamatan Crommelin dan Eddington~telah mengubah pemahaman semua orang tentang alam semesta secara keseluruhan. Ia menentang keyakinan ilmiah yang sudah lama mapan dan, yang lebih penting, ia menggantinya dengan sebuah teori baru yang berhasil menjawab pertanyaan-pertanyan yang selama berabad-abad menghantui para ilmuwan lain.
    Meskipun demikian, teori Einstein lambat-laun menjadi semakin dipahami, dan dimanfaatkan untuk menghasilkan temuan-temuan yang menakjubkan tentang alam semesta serta bagaimana cara kerjanya. Para astronom menemukan fenomena-fenomena aneh yang dikenal sebagai "lubang hitam" dan "si kerdil putih", serta memberanikan diri mempersoalkan pertanyan-pertanyaan mendasar seperti apak alam semesta ini mempunyai awal atau apakah ada sesuatu yang lain di luar batas ruang angkasa. Temuan-temuan Einstein tentang hukum-hukum alam yang mendasar secara tidak langsung telah memberikan sumbangan dalam pengembangan senjata nuklir, teknologi kedokteran nuklir, dan energi nuklir. Einstein juga membuat ramalan-ramalan yang menakjubkan, umpamanya bahwa waktu tidak bergeser dengan laju yang sama bagi setiap orang~waktu baru diterbitkan ini terasa seperti fiksi ilmiah namum lambat laun orang mulai yakin tentang kebenarannya.
    Bahkan ketika Einstein sudah tua, dan menjalani hidup setengah pensiun, kehadirannya masih menarik perhatian. Salah seorang teman Einstein ingat bagaimana seorang pengendara mobil yang lewat dekat tempat tinggal Einstein di Princeton, Amerika Serikat, begitu terkejut ketika melihat orang tua itu berjalan kaki sendirian sehingga ia kehilangan kendali atas kendaraannya dan langsung menabrak pohon. Dan, ketika Albert Einstein diumumkan meninggal pada tahun 1955, berita itu segera memenuhi halaman depan semua surat kabar. "Salah seorang tokoh besar abak kedua puluh telah wafat", begitulah judul yang terpampang dalam huruf-huruf besar bercetak tebal.
Kelahiran seorang jenius
   Pada 14 Maret 1879, Albert Einstein lahir, putra seorang insinyur listrik Yahudi di Ulm, kota yang makmur di bagian selatan Jerman. Ia anak pertama, dan satu-satunya putera Hermann Einstein dari isterinya Pauline Kosch. Sejak masih bayi kecil, Albert sudah mengundang komentar. Ibunya khawatir tentang bentuk kepalanya yang tidak biasa, dan lebih dari itu, ia juga takut bahwa Albert menderita cacat mental, karena anak itu lambat belajar berbicara

 Hermann Einstein dan Pauline Koch. Ayah dan ibu Einstein

        Albert tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat, walaupun ia tidak pernah menyukai olahraga yang penuh aturan, karena katanya itu membuatnya lelah dan pusing. Ia anak yang pendiam dan agak penyendiri, suka membaca dan mendengarkan musik. Tamu-tamu yang bertandang ke keluarga Einstein semua bercerita bahwa mereka tidak pernah melihat Albert membaca buku yang ringan; memang, bacaan yang dipilihnya selalu yang berat dan serius. Ia juga tekun, teliti, dan berkemauan keras. Ibunya ingat bahwa Albert kecil sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyusun kartu-kartu menjadi sebuah bangunan yang tinggi.

Foto bersama; Maya (adik perempuan Einstein), dan Albert Einstein masa kecil

       Albert memang pendiam, tetapi itu tidak berarti bahwa ia anak yang pasif; gurunya yang pertama~yang memberinya pelajaran di rumah ketika ia baru berusia lima tahun~tidak bersedia mengajarinya lagi sesudah Albert menggulingkan kursi ke kakinya. Semakin besar Albert semakin bisa mngendalikan emosinya, tetapi ia tetap berwatak keras. Ketika sudah dewasa, ia biasa menggunakan kekuatan dan kemauan kerasnya untuk menolong dirinya sendiri, atau untuk menolong orang lain.

Einstein ketika masih masa remaja


Musik dan matematika


      Einstein berhasil menciptakan suasana rumah yang membahagiakan, hangat, dan penuh kasih bagi anak-anak mereka, dan sepanjang hidupnya Albert tetap dekat baik dengan kedua orangtuanya maupun dengan adiknya, Maya. Ia mewarisi sesuatu dari kehangatan keluarga ini, dan ini akan menjadi salah satu yang palinb menarik dalam sikap hidupnya. Walaupun sifatnya cenderung menyendiri, ketika dewasa temannya cukup banyak, selain itu ia juga rajin berkirim surat untuk bertukar pikiran dengan siapa pun di seluruh dunia. Dalam kebanyakan fotonya, ia selalu tampak sedang tersenyum lebar.
     Orangtua Einstein adalah pasangan yang sama-sama dianugerahi kelebihan.Ibu Albert seorang wanita yang cerdas, periang, bersemangat, suka bekerja keras, dan pandai bermain piano. Ia orang yang senang belajar, karena itu selalu mendorong Albert dan adik perempuannya untuk berjuang dengan keras di sekolah. Ketika mngenang masa lalunya, Einstein teringat bahwa ia belajar mencintai musik ketika mendengar ibunya bermain piano. Ayah Albert seorang ahli teknik. DI sekolah ia menunjukkan prestasi yang luar biasa dalam hal pelajaran matematika tetapi karena berasal dari keluaraga yang miskin maka ia tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Ia bekerja dalam usaha patungan bersama adiknya, Jakob, lalu pada tahun 1885 mereka pindah ke Munich, ibukota sebuah negara bagian Jerman, Bavaria, dan mendirikan sebuah pabrik di sana.
    Hermann dan Jakob Einstein senang tatkala Albert menunjukkan minat pada sains dan matematika. Ketika baru berusia lima tahun ia pernah sakit dan terpaksa berbaring di tempat tidur. Sebagai hiburan ayahnya memberi hadiah sebuah kompas. Hadiah yang sederhana ini ternyata menandai sebuah titik balik dalam kehidupan Albert. Jarunm di dalam kompas, yang terkurung rapat dan tidak dapat diraih dari luar, tampaknya dipengaruhi oleh suatu gaya tidak kelihatan yang selalu memaksanya menunjuk ke utara. Beberapa tahun kemudian. Albert mengalami sebuah misteri yang serupa kali ini berkaitan dengan angka. Jakob pamannya, sering mangajukan teka-teki matematika kepadanya, akan tetapi, setiap kali ia mampu menjawab teka-teki itu dengan tepat, ia tidak hanya merasa senang, bangga dan puas. Ia mampu merasakan adanya suatu pola yang indah dan beraturan di balik angka-angka tadi. Kemampuan menangkap "perasaan bahagia yang mendalam" ini semakin mendorong untuk mengetahui lebih banyak tentang matematika, dengan perasaan yang sama ia menikmati ilmu alam. Ia sering menghujani ayah dan pamannya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti : "Mengapa bumi menjadi gelap?", "Terbuat dari apakah sinar matahari?", "Seperti apakah rasanya kalau bisa bepergian dengan menumpang berkas cahaya?".
Keberhasilan di sekolah

     Albert tidak menyukai sekolah, dan tidak senang bergaul dengan kawan-kawannya. Akan tetapi ia bekerja dengan keras sehingga berhasil dalam pelajaran-pelajarannya, terutama matematika dan Bahasa Latin. Pada tahun 1886, ketika Albert berusia tujuh tahun, ibunya mengabarkan neneknya dengan bangga. "Kemarin Albert naik kelas, ia nomor satu lagi, buku laporannya istimewa sekali. "Ketika usianya menginjak sepuluh tahun. Albert mulai belajar matematika sendiri di waktu-waktu luangnya sesudah pelajaran si sekolah. Dalam hal ini pun, ia menerima bantuan dan dorongan dari orangtua dan sahabat-sahabat mereka. Seorang mahasiswa kedokteran barnama Max Talmud,yang secara teratur berkunjung ke rumah keluarga Einstein untuk makan malam bersama, meminjaminya buku-buku tentang sains dan filsafat dan meluangkan waktu untuk berbincang-bincang mengenai matematika. Seorang teman ayahnya yang lain memberinya sebuah buku ilmu ukur; kenangannya tentang buku itu adalah sebagai berikut: "kejelasan dan kegamblangan isinya sungguh sulit diterangkan dengan kata-kata."

Tuhan dan alam

     Albert juga menerima pendidikan agama di rumah, sebagaimana diharuskan oleh undang-undang negara Jerman. Keluarga Einstein keturunan Yahudi tetapi mereka bukan penganut kepercayaan Yahudi yang fanatik. Untuk beberapa lama, Albert menjadi anak yang tekun beribadat~ia bahkan menggubah lagu-lagu untuk memuji Tuhan yang dinyanyikannya setiap berangkat dan pulang sekolah. Kebiasaan ini tidak berlangsung lama. Sejak usianya dua belas tahun, pengertiannya tentang Tuhan tidak lagi sepenuhnya seperti yang diajarkan oleh gurunya. Akan tetapi ini tidak berarti bahwa kepercayaan kepada Tuhan berkurang. Keyakinannya tentang kebesaran dan keagungan Sang Pencipta justru jauh lebih mendalam, tetapi dengan cara pengabdian yang berbeda.

Meninggalkan Jerman

     Tahun 1894, usaha keluarga Einstein di Munich mulai ambruk. Mereka pindah memintas pegunungan Alpen ke Italia yang diharapkan akamn memberikan masa depan lebih cerah. Hanya Albert, kini berusia lima belas tahun, yang masih tinggal di Munich untuk menyelesaikan sekolahnya. Albert merasa kehilangan orangtua dan adiknya, dan tentu saja ia tidak senang ditinggal sendirian. Ia masih tidak menyukasi suasana sekolah. Kecerdasannya yang menonjol serta kepercayaan diri tentang kemampuannya, membuat guru-gurunya tersinggung. Salah sorang di antara mereka bahkan menyatakan lebih suka bila Albert tidak mengikuti pelajarannya. Ketika Albert menanyakan alasannya, karena ia mersa tidak bersalah, sang guru menjawab,"Memang tidak ada peraturan tertulis tentang ini. Tetapi kalau kamu selalu duduk di baris belakang sambil tersenyum-senyum, itu menyinggung perasaan guru-gurumu dan menjatuhkan kewibawaan mereka di depan kelas."
    Sementara itu, Albert cemas kalau ia nanti dipaksa masuk dinas militer, yang akan terjadi seandainya ia tetap di Jerman sampai menginjak usia tujuh belas tahun. Ia membenci tindak kekerasan, dan tidak berani membayangkan bahwa ia nanti harus melakukan sesuatu yang di luar kemauannya sendiri~misalnya membunuh orang lain.Kelak ketika sudah dewasa ia menjadi seorang yang pasif, yakin bahwa semua bentuk perang adalah jahat, dan bahwa masa depan peradaban manusia harus dibangiun di atas dasar kerjasama, bukan saling menjatuhkan.
    Pada tahun 1895 Albert meninggalkan Munich untuk bergabung dengan keluarganya di Italia. Orangtuanya terkejut dan marah karena ia meninggalkan sekolah sebelum tamat, tetapi ia berjanji bahwa ia sanggup belajar sendiri di rumah untuk mempersiapkan diri menempuh ujian masuk ke Federal Institue of Technology di Zurich, Swiss. Ia juga mengemukakan rencananya untuk melepaskan kewarganegaraan Jerman dan menjadi warganegara Swiss.
    Enam bulan kemudian Albert, yang belajar tanpa bimbingan guru, mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi yang dikehendakinya itu sayang sekali, ia gagal. Meskipun demikian, dalam ujian tersebut ia berhasil memperoleh nilai yang tinggi untuk pelajaran sains dan matematika. Berangkat dari pengalaman tersebut, kini ia mempersiapkan diri secara lebih terarah dengan mengikuti pelajaran di sebuah SMA di Aarau, salah satu kawasan Swiss yang sebagian besar penduduknya berbahasa Jerman. Ia senang bersekolah disitu~suasananya lebih bebas dan lebih santai dibanding sekolah-sekolah di Jerman. Selain itu ia juga merasa cocok dengan guru-gurunya yang baru.

Einstein  muda tahun 1895, berusia sekitar 16 tahun


Nilai-nilai tertinggi

    Pada tahun 1896, Albert, yang berusia tujuh belas tahun, menerima ijasah dari SMA Aarau. Ijasah ini memungkinkan ia mendaftar langsung ke Institut Teknologi Zurich tanpa harus ke Institut Teknologi Zurich. Nilai-nilai ijazahnya sangat mengesankan: ia mendapatkan enam bintang (nilai paling tinggi) untuk aljabar, ilmu ukur, ilmu ukur lukis, fisika, dan sejarah; lima bintang (sangat baik) untuk bahasa Jerman, bahasa Italia, ilmu kimia, dan biologi; empat bintang (diatas rata-rata) untuk geografi, sastra, dan menggambar teknik. Ia resmi melepaskan kewarganegaraan Jermannya dan mulai hidup sebagai seorang mahasiswa Institut Teknologi Zurich.
    Setelah masa kecil di Jerman dan Italia, Einstein belajar fisika dan matematika di Akademi Politeknik Federal di Zurich, Swiss. Disini Einstein mengikuti sebuah program empat tahun yang akan memberikan hak untuk menjadi guru khusus dalam mata pelajaran matematika dan fisika di tingkat SMA. Ia bekerja, membaca dan berpikir dengan keras serta banyak menghabiskan waktunya untuk melakukan percobaan-percobaan sendiri, semua ini tidak selalu berkenan di hati para dosennya. Salah seorang dosen, Heinrich Weber pernah menegurnya dengan keras, "Kamu memang cerdas, Einstein, cerdas sekali. Akan tetapi ada sebuah kesalahan besar yang kamu perbuat: kamu tidak mau diatur". Einstein memang tidak berminat memperhatikan kuliah-kuliah yang dibawakan oleh Weber. Ia mengeluh bahwa Weber mengabaikan semua perkembangan baru yang menarik dalam dunia fisika selama beberapa tahun terakhir, dan sangat terpaku pada topik-topik kuno yang rutin dan membosankan dalam kuliah-kuliahnya.

Teman-teman baru

     Einstein menjalin persahabatan yang akrab dengan beberapa teman kuliahnya terutama Marcel Grossman dan  Michele Angelo Besso. Mereka gemar membahas matematika secara bersama-sama, menonton konser, atau sekedar duduk-duduk dengan santai di kedai-kedai kopi sambil berbincang-bincang dan bercanda. Ketignya tetap bersahabat sampai akhir hidup mereka kira-kira pada masa itu pula Einstein bertema dengan seorang mahasiswi, Mileva Maric, yang kelak menjadi isteri pertamanya. Mileva juga mengambil jurusan sains dan matematika. Einstein sering menghabiskan waktu berjam-jam untuk mendiskusikan gagasan-gagasan serta teori-teorinya dengan gadis itu.
    Dari semua sahabatnya, tampak Grossman yang paling bersimpatidengan watak Einstein yang keras dan tidak mau terikat. Ia bisa mengerti bagaimana tersiksa dan menderitanya Einstein apabila harus menghadiri kuliah-kuliah yang baginya sngat membosankan; di pihak lain, Einstein memerlukan informasi tentang bahan-bahan yang akan diujikan.
    Guna mengatasi masalah ini, Grossman meminjamkan catatan-catatan kuliahnya kepada Einstein agar temannya ini bisa lulus ujian akhir.akal-akaln Grossman yang baik hati ini ternyata berhasil. Dengan lega, ia dapat menyaksikan Einstein diwisuda pada tahun 1900, dengan nilai-nilai yang istimewa. Meskipun demikian, pengalamannya dalam pendidikan formal yang begitu menyiksa membuat Einstein selama setahun atau lebih tidak dapat menikmati kegiatan dalam ilmu fisika.
Pada tahun 1905 dianugerahi gelar Ph.D. dari Universitas Zurich saat bekerja di kantor paten Swiss di Bern. Tahun itu, yang oleh para sejarawan karier Einstein disebut sebagai annus mirabilis - "tahun mukjizat" - ia menerbitkan lima makalah teoretis yang memiliki efek mendalam pada pengembangan fisika modern.

Tanpa pekerjaan

     Dengan kualifikasi yang dimilikinya, berarti ia harus mencari pekerjaan. Pertikaiannya dengan Profesor Weber tentu saja menutup kemungkinan untuk bekerja di bekas sekolahnya sendiri, karena itu ia menyurati ilmuwan-ilmuwan terkenal dari universitas yang lain untuk menolongnya mendapatkan pekerjaan. Tidak satupun mereka memberikan jawaban. Hampir setahun kemudian, barulah ada orang yang berbaik hati menawarinya pekerjaan sebagai guru sementara disebuah sekolah.Ini bukan pekerjaan yang diharapkannya, tetapi anehnya ia justru menikmati pekerjaan tersebut.
    Selain mengajar, Einstein juga melanjutkan riset-risetnya sendiri. Ia membuat tulisan-tulisan untuk dimuat di majalah-majalah ilmiah. Dengan cara ini ia memperkenalkan gagasan-gagasannya yang baru dan belum pernah dikemukakan orang lain. Akan tetapi ia kecewa luar biasa ketika Universitas Zurich menolak mempromosikannya untuk mendapat gelar PhD atas sebuah makalah yang dikirimkannya ke perguruan tinggi itu pada tahun 1901, bagi Einstein seolah-olah semua lembaga ilmiah telah berkomplot untuk menolak kehadirannya.
    Sekali lagi Marcel Grossman bertindak sebagai penyelamat. Ayah Grossman adalah seorang tokoh yang terkenal dan sangat disegani di Swiss. Ia merekomendasikan Einstein kepada seorang temannya Kepala Jawatan Paten di Bern, dan dalam bulan Juni 1902,hampir dua tahun sesudah lulus, Einstein akhirnya mendapatkan pekerjaan yang
"sesuai". Dengan pangkat Ahli Teknik Kelas Tiga ia bekerja dalam sebuah tim yang bertugas memeriksa dan mencatat permohonan-permohonan hak paten yang diajukan oleh para penemu di Swiss. Einstein menikmati pekerjaannya di Jawatan Paten itu. Aspek ilmiah yang terkandung dalam tugasnya cukup menarik, tetapi yang lebih penting, ia mempunyai waktu sangat luang untuk mematangkan penelitian-penelitian pribadinya. 
Perkawinan

     Karena sudah mempunyai pekerjaan, kini Einstein merasa mampu hidup berumah tangga. Perkawinannya yang pertama agak luar biasa. Sekitar tahun 1896 ia berkenalan dan kemudian bergaul akrab dengan Mileva Maric, yang juga belajar d Institut Teknologi Zurich. Ia seorang gadis yang sangat cerdas, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki kepribadian yang sangat kuat. Seperti Eisntein, ia juga tinggal di Swiss karena melarikan diri dari sesuatu. Keluarganya berasal dari Yunani, dan ia sendiri dibesarkan di Hongaria.


 Pernikahan Einstein dan Mileva

     Pada masa itu, tidak banyak wanita yang memperoleh pendidikan tinggi. Dan, di antara yang memilih bidang matematika dan fisika, karena secara tradisional bidang ini hanya digeluti oleh kaum pria, walaupun sudah ada wanita yang menjadi pakar matematika dan ilmuwan terkemuka selama abad kesembilan belas~tiga diantaranya adalah Mary Somerville, Ada Lovelace, dan Marie Curie~bidang-bidang ini masih dianggap terlalu sulit bagi kaum wanita, selain itu tidak lazim bagiwanita untuk menempuh pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Mileva termasuk kekecualian.
     Einstein sering bertemu dengan Mileva untuk berbincang-bincang mengenai masalah ilmiah. Sesudah berpisah pun, mereka sering berkirim surat, bertukar pikiran mengenai gagasan-gagasan baru serta teori-teori yang dikemukakan oleh masing-masing. Sebetulnya Albert dan Mileva lebih memutuskan untuk menikah segera setelah Einstein lulus, mungkin pada tahun 1901, akan tetapi mereka mendapatkan tentangan yang kuat dari keluarga Einstein, terutama ibunya, yang tidak pernah menyukai Mileva. akhirnya mereka melangsungkan perkawinan pada bulan Januari 1903, hanya beberapa minggu setelah ayah Einstein meninggal dunia. Kelak Einstein merasakan adanya ganjalan dalam kehidupan perkawinan mereka. Ganjalan ini mungkin berupa perasaan bersalah karena telah bersilang pendapat dengan orangtua yang dicintainya, atau perasaan yang sudah usianya lanjut baru disadari bahwa sesungguhnya ia lebih suka hidup sendiri, tanpa isteri atau anak.
Jenius

     Tahun-tahun antara 1905 dan 1915 adalah masa yang penuh dengan kreativitas bagi Einstein yang masih muda. Bahkan sebelum ditawari pekerjaan di Jawatan Paten, ia telah mulai menerbitkan makalah-makalah dalam dalam jurnal-jurnal ilmiah terkemuka di zamannya. Pada tahun 1903, bersama dua ilmuwan muda yang lain, ia membentuk sebuah klub untuk membahas masalah-masalah fisika, filsafat, dan sastra. Mereka juga sering makan bersama~biasanya makanan yang sederhana, seperti sosis, keju, buah-buahan, dan minum teh. Kelak Einstein mengenang masa ini sebagai masa yang sangat membahagiakan, dengan adanya rasa puas, rasa percaya diri, pekerjaan dengan gaji yang cukup, kawan-kawan yang saling mendukung, isteri yang serdas dan selalu siap meringankan pekerjaannya, serta putera pertamanya yang masih kecil, einstein mampu menghasilkan serangkaian gagasan cemerlang yang memungkinkan terjadinya perubahan pola berpikir para ahli fisika dan ilmuwan lain dalam menyingkapkan dan memahami alam semesta.

Tahun yang penuh keajaiban
     Tahun 1905 adalah "tahun yang penuh keajaiban" bagi Einstein~persis seperti tahun 1666 bagi Isaac Newton. Hanya dalam waktu beberapa bulan, ia menyelesaikan tesis PhD-nya, menerbitkan dua karya tulis ilmiah yang betul-betul orisinil (berisi garis besar tentang teori relativitasnya), dan menulis dua makalah lain yang juga diterima dengan baik oleh kalangan ilmuwan. Einstein mengekspresikan gagasan-gagasannya dalam bentuk rumusan-rumusan matematika, yang jauh lebih tepat dan teliti ketimbang dengan kata-kata. Meskipun demikian ia menggunakan bentuk matematika yang luar biasa sulit, sehingga hanya beberapa orang dengan kualifikasi khusus saja mampu menangkap maknanya; kebanyakan orang lain, termasuk kita, memerlukan penjabaran dalam bentuk kata-kata untuk dapat memahami temuan-temuannya, dan menghayati arti pentingnya.

Einstein menulis karya tulis ilmiah tentang subjek yang cukup rumit
Dia menulis lima karya tulis (makalah) dan masing-masing adalah sensasi untuk fisika!

Sebelum Einstein

     Sebelum Einstein, kebanyakan ilmuwan mempercayai teori-teori yang diperkenalkan oleh fisikawan jenius lain, Isaac Newton, yang hidup dan berkarya dalam abad ketujuh belas. Hukum-hukum paling penting yang telah dikemukakan oleh Newton adalah hukum-hukum tentang gerak, serta bagaimana cara kerja gravita

Waktu

     Teori mengatakan bahwa hukum-hukum fisika berlaku sama bagi semua pengamat, jiwa mereka sama-sama diam atau sama-sama bergerak dengan kecepatan konstan. Relativitas Khusus meramalkan bahwa makin cepat sesuatu bergerak, makin lambat waktu berlalu. Jadi, jika seseorang menjelajah ruang angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya, waktu akan berlalu lebih lambat baginya. Ketika kembali berpuluh tahun kemudian, ia akan menjumpai teman-teman sebayanya telah menjadi nenek-nenek dan kakek-kakek.

Berikut kutipan dari Eintein : Bila Anda sedang jatuh cinta, satu jam akan terasa seperti sedetik. Bila Anda duduk di atas sisa arang yang masih merah dan panas, sedetik serasa satu jam. Itulah relativitas."

Waktu tidak mutlak

     Untuk pengukuran waktu, Einstein mengatakan bahwa sejak sekarang orang harus berhenti berpegang pada teori waktu mutlak Newton, sebagaimana mereka sudah melepaskan keyakinan terhadap teori ruang mutlak Newton yang sudah usang. Teori tersebut tidak secara akurat menerangkan apa yang terjadi sesungguhnya di alam semesta. Seperti yang telah kita ketahui, kesimpulan Einstein yang pertama~bahwa laju cahaya tidak berubah-ubah, tak peduli siapapun yang mengukurnya~menjelaskan mengapa eksperimen Morley dan Michelson berakhir dengan hasil yang tidak disangka-sangka. Melalui penjabaran dalam bentuk matematika, teori Einstein meramalkan bahwa semua pengamat akan mendapatkan laju cahaya yang sama betapapun cepat mereka bergerak. Itulah tentu saja, yang telah ditemukan oleh Morley dan Michelson.


      Albert Einstein & Nobel Prize laureates, 1929


E =   mc2

     Kesimpulan lain yang muncul dari teori Einstein agaknya adalah gagasan sederhana yang mencakup persamaan termasyhurnya E =  mc2 (E = energi, m = massa, dan c = laju cahaya), yang selanjutnya meramalkan bahwa tidak ada apapun yang sejati yang dapat bergerak lebih cepat dari cahaya. Disamping melepaskan teori Newton tentang waktu mutlak, Einstein juga membuktikan bahwa waktu berlalu dengan laju yang berbeda bagi bagi setiap orang, tergantung dari cepat atau lambatnya mereka bergerak.


Profesor Einstein

     Einstein menyambung makalahnya yang mempelopori perubahan pola berpikir pada bulan Juni 1905 itu dengan beberapa makalah lain. Pada tahun 1907, ia menerbitkan salah satu makalah yang merupakan temuan besar lain abad kedua puluh dalam bidang fisika~teori kuantum. Begitu karya Einstein yang semerlang itu dikenal, ia kebingungan menerima tawaran dari berbagai universitas di seluruh Eropa. Pada tahun 1909, Einstein mengundurkan diri dari Jawatan Paten karena menerima tawaran untuk menduduki jabatan Profesor di Universitas Zurich.Ia juga menjadi orang pertama yang dianigerahi berbagai gelar kehormatan, sebagai pengakuan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam dunia ilmu pengetahuan. Dari Zurich ia pindah ke Praha, dan dari Praha ke Berlin, dimana ia ditawari sebuah jabatan yang diciptakan khusus, sebagai kepala sebuah institut riset baru yang bergengsi. Ia juga ditugasi mengajar, dan bebas untuk memusatkan perhatian pada penelitian. Pada tahun 1923, Einstein juga ditawari menjadi anggota Lembaga Ilmu Pengetahuan Prusia, sebuah organisasi yang tergolong elit. Dalam usia yang baru tiga puluh empat tahun, Albert Einstein telah mencapai puncak yang paling tinggi dalam pengabdiannya sebagai ilmuwan.
   Makalah yang diterbitkan oleh Einstein pada tahun 1905 hanyalah sebuah tahap pertama dalam serangkaian rumusan yang lebih rinci mengenai teori relativitas. Selama sepuluh tahun berikutnya, Einstein bekerja keras mengembangkan teorinya, serta banyak proyek yang lain.Pada mulanya, relativitas tidak mengikut sertakan efek-efek gravitasi dalam penjelasannya atas hukum-hukum fisika. Ini baru berhasil dicapainya pada tahun 1915, ketika ia menerbitkan sebuah versi teori yang baru dan jauh lebih rumit, yang sekarang terkenal sebagai teori "relativitas umum"



"Tidak seorangpun akan mempercayaimu"

     Tidak jarang Einstein terpaksa harus berhadapan dengan para ilmuwan yang tidak sependapat. Teorinya yang baru dan asing agaknya sulit diterima, selain memang sangat sulit dipahami. Einstein ingat bahwa seirang ilmuwan kenalannya yang sangat senior pernah menasehatinya, ketika ia bermaksud mengembangkan teori relativitansnya
 "Sebagai orangtua, aku merasa perlu menasehatimu agar mengurungkan niatmu, sebab pertama, engkau tidak akan berhasil; dan kalaupun engkau berhasil, tidak seorangpun akan mempercayaimu". akan tetapi sebagai seorang ilmiwan, Einstein masih sama nekatnya dengan Einstein kecil yang membanting kursinya ke arah gurunya. Pada tahun 1915 akhirnya ia berhasil menuntaskan teorinya, dan hampir sebagian besar tertuang dalam bahasa matematika. Hasil kerja kerasnya selama sepuluh tahun itu masih sangat penting hingga sekarang; teori itu berhasil mengubah pemahaman kita tentang dunia.
     Teori Einstein tentang relativitas khusus dan umum secara drastis mengubah pandangan manusia tentang alam semesta, dan karyanya dalam teori partikel dan energi membantu memungkinkan mekanika kuantum dan, akhirnya, bom atom.



Albert Einstein dan Niels Bohr


      Baiklah untuk saat ini postingan sampai disini dulu, untuk kelanjutannya akan disambung kembali pada kesempatan berikutnya. Yang akan diulas juga mengenai: Sebuah pandangan baru tentang dunia, Einstein bercerai, Bagaimana peran serta Mileva, Perang Dunia I, Einstein jatuh sakit, Produktivitas Einstein yang menurun, Mempersatukan gaya-gaya dalam alam, Mekanika kuantum, Kegiatan-kegiatan lain, Jasa baik internasional. Penghargaan internasional lagi, Nasionalisme, Solidaritas dengan Yahudi Jerman, Nazisme, Amerika-Amerika, Tidak pasif lagi, Bom atom, "Perang berhasil dimenangkan tetapi perdamaian belum", Keadilan, Einstein untuk Jabatan presiden?, Mangkatnya seorang jenius, dan "sesuatu yang abadi"
       
  Selamat menjalankan aktifitas, dan semoga terinspirasi.











Sumber : history.com/this-day-in-history; Ilmuwan yang mengubah dunia by Fiona Mc Donald









18/06/19

Jenius !, inilah 10 orang dan beberapa orang lainnya, dengan IQ tertinggi di Dunia

   Untuk postingan kali ini. Tentang orang-orang dengan IQ tertinggi di dunia. Sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu pengertian dari IQ ini.IQ adalah singkatan dari Intelligence Quotient, Apa itu ?. IQ adalah sesuatu yang berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang. Lalu kapan munculnya pengertian IQ ?. Bermula dari seorang ahli psikologi Perancis bernama Alfred Binet (July 11, 1857 – October 18, 1911). Binet mengembangkan sebuah tes untuk mengukur tingkat kepintaran seorang anak secara verbal. Tes ini adalah untuk memastikan seorang anak usia enam tahun sanggup memecahkan permasalah yang standar untuk anak usia enam tahun. Sehingga apabila ada anak yang tidak lulus tes Binet akan diketahui dengan cepat dan diambil tindakan awal.
      Penyempurnaan dari tes Binet diumumkan oleh pakar psikologi asal Amerika bernama David Wechsler (January 12, 1896 – May 2, 1981). Istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, daya tangkap, dan belajar. Kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki oleh individu. Kecerdasan dapat diukur dengan menggunakan alat psikometri yang biasa disebut sebagai tes IQ.
    Model tes yang kemudian dikenal dengan model tes Wechsler ini menyajikan tes yang lebih bervariasi guna mendapatkan hasil yang lebih lengkap. Baiklah berikutnya inilah siapa saja orang dengan IQ tinggi, saya ambil 10 orang di dunia ini :

1. Stephen Hawking
   (IQ : 160)
   Ia seorang profesor Lucasian dalam bidang Matematika di Universitas Cambridge dan anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge. Dia juga dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama teori-teorinya seputar kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan radiasi Hawking. Dengan IQ mendekati Albert Einstein. Pada kisaran ini terdapat juga Steve Jobs seorang pendiri perusahan raksasa bidang teknologi Apple Inc., dengan IQ 160. kisaran ini ada juga Paul Allen: Seorang penduduk asli Seattle, Mantan co-founder Microsoft mencetak lebih tinggi dari Bill Gates (dengan IQ kisaran 160) pada SAT pra-1995, dengan 1600 sempurna. Itu 10 poin lebih dari mitra Microsoft-nya

Stephen Hawking

  Paul Allen : dilaporkan memiliki IQ antara 160 dan 170. Allen lahir pada tahun 1953 di Seattle dan berteman dengan Bill Gates saat masih di sekolah. Allen dan Gates bersatu kembali dan bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk mikrokomputer pertama dengan mengadaptasi BASIC, bahasa pemrograman populer yang digunakan pada komputer besar, untuk digunakan pada mikrokomputer. Allen meninggal dunia karena kanker di usia 65 tahun/

 Allen dan Gates                        Paul Allen


2. Albert Einstein
   (IQ : 160-225)
    Seorang ilmuwan (Fisikawan), ahli fisika terbesar abad ke-20. Teori-teori fisikanya hingga kini sangat bermanfaat bagi perkembangan sains modern, seperti sel foto elektrik dan laser, tenaga nuklir dan serat optik, perjalanan ruang angkasa, bahkan semikonduktor. Apa yang ada di rumah kita, seperti TV, DVD, remote control, pintu otomatis itu bisa dibuat karena rumus-rumus fisika Einstein.
   Einstein telah mengasilkan artikel ilmiah yang diterbitkan pada tahun 1905, ia kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia untuk teori relativitas umum dan Hadiah Nobel pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang fenomena yang dikenal sebagai efek fotolistrik. Sebagai seorang pasifis yang blak-blakan yang secara terbuka diidentifikasi dengan gerakan Zionis, Einstein beremigrasi dari Jerman ke Amerika Serikat ketika Nazi mengambil alih kekuasaan sebelum Perang Dunia II. Dia tinggal dan bekerja di Princeton, New Jersey, selama sisa hidupnya.

Albert Einstein



 3. Judit Polgar
   (IQ : 170)
    Seorang wanita asal Hungaria yang paling diakui di dunia catur. Dengan IQ supernya, ia mendapat  predikat Grandmaster pada usia 15 tahun 4 bulan. Judit Polgar memang lahir dari keluarga yang tidak biasa. Sang ayah yang terobsesi pendidikan, membesarkan Judit bersama kakak dan adiknya dalam sebuah penelitian pendidikan. Dan rupanya eksperimen tersebut berhasil. Setidaknya dalam bidang catur. Dia adalah wanita pertama yang mengalahkan juara catur dunia, Gary Kasparov. Dia adalah wanita berperingkat No. 1 di dunia dari Januari 1989 hingga daftar peringkat Maret 2015, ketika ia dikalahkan oleh pemain China Hou Yifan; dia adalah No. 1 lagi di daftar peringkat wanita Agustus 2015, dalam penampilan terakhirnya di Peringkat Dunia FIDE.

 Judit Polgar

4. Leonardo Da Vinci
   (IQ : 180-220)
      Kisaran 190 sampai 220 ini hasil dari riset para insinyur di Chicago, Libb Thims. Sementara Sir Isaac Newton (Fisikawan dan ahli matematika Inggris) mencapai 190 sampai 200, Galileo Galilei berada di kisaran 180-200. Manusia jenius ini, adalah seorang ahli di bidang pelukis, pemahat / pematung, penemu, penulis, filsuf, musik, matematika, arsitektur, dan musisi Renaisans Italia. Ia digambarkan sebagai arketipe "manusia renaisans" dan "genius universal". Leonardo terkenal karena lukisannya yang piawai, geologi, kartografi dan seni. Mahakarya yang terkenal darinya adalah lukisan Monalisa  dan Jamuan Terakhir. Leonardo tetap menjadi seorang empiris pengamatan visual. Justru melalui pengamatan ini — dan kejeniusannya sendiri — ia mengembangkan “teori pengetahuan” yang unik di mana seni dan sains membentuk sintesis. Karena itu, dalam menghadapi pencapaiannya secara keseluruhan, pertanyaan tentang seberapa banyak dia menyelesaikan atau tidak menyelesaikan menjadi sia-sia. Inti masalahnya adalah kekuatan intelektualnya - mandiri dan inheren dalam setiap ciptaannya - kekuatan yang terus memicu minat ilmiah hingga saat ini.

Leonardo Da Vinci


5. Marilyn Vos Savant
   (IQ : 190)
    Vos Savant adalah wanita yang jenius, Perempuan berdarah Jerman-Italia ini memiliki IQ 190. dia aktif dalam dunia tulis-menulis dan mampu memberikan saran dan jawaban tentang pertanyaan apapun. Kolom mingguannya di majalah Parade yang berjudul 'Ask Marilyn' sangat terkenal. Dia menjawab berbagai pertanyaan sulit mulai dari teka- teki, pelajaran sekolah, logika dan lain-lain.    
     Meskipun memiliki IQ yang belum pernah terjadi sebelumnya, vos Savant memiliki pendidikan yang normal seperti orang lain. Dia pergi ke sekolah menengah setempat dan bekerja di toko umum ayahnya sepulang sekolah. Dia memulai karir sarjana di Meramec Community College, kemudian pindah untuk belajar filsafat di Universitas Washington di St. Louis, meskipun dia keluar setelah dua tahun.Pada awal 1980-an, vos Savant pindah ke New York City dan mulai mengejar karir dalam menulis, mulai dari yang kecil dan menulis kuis IQ untuk majalah Omni sebelum mendapatkan pekerjaan di Parade. Di sana, dia mulai di suatu kolom, di mana orang bisa mengajukan pertanyaan mereka, dan dia akan menjawabnya.

Marilyn Vos Savant

6. Garry Kasparov
   (IQ : 194)
     IQ yang dimiliki Kasparov dikabarkan mencapai 194. Dia menduduki peringkat 1 dunia di kejuaraan catur pada usia 22 tahun. Pada tahun 1996, Kasparov berhasil mengalahkan komputer Deep Blue milik IBM, meskipun setahun kemudian dia dikalahkan balik dengan komputer catur canggih ini. Setingkat diatasnya terdapat Christopher Michael Langan yang dijuluki "The Smartest Man In Amerika", dia berprofesi sebagai intelektual, peneliti independen, dengan IQ 195-210. Dianggap oleh beberapa sumber media sebagai "orang paling cerdas di Amerika," ia menjadi terkenal pada 1999 sementara bekerja sebagai penjaga di Long Island, Langan telah mengembangkan "teori hubungan antara pikiran dan realitas" -nya sendiri yang ia sebut sebagai "Model Kognitif-Teori Alam Semesta (CTMU). Oh ya, ternyata dari Indonesia ada lho yang ber-IQ di lisaran ini. Ya, Pak B.J. Habibie dengan  IQ 200  Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie

Garry Kasparov


                                               Christopher Michael Langan         Prof. Dr. Ing. H. B/J. Habibie




7. Kim Ung-Yong
   (IQ : 210)
     Di Guiness World Record, dimana mereka mencatat bahwa IQ Kim mencapai 210.Kepintaran Kim sendiri sebenarnya sudah terlihat sejak masih balita.Kim Ung-Yong Lahir pada tanggal 7 Maret 1962 di Hongje-Dong, Seoul, Korea-Selatan. Ayahnya bernama Kim Soo-Sun adalah seorang Professor. Bayangkan saja, di usia 2 tahun, ia sudah menguasai 4 bahasa dan di usia 4 tahun, ia sudah mengikuti kuliah. Kemudian, dalam wawancaranya di televisi Jepang pada tanggal 2 November 1967, dia menunjukan kemampuannya dalam berbahasa China, Spanyol, Vietnam, Tagalog, Jerman, Inggris dan Jepang serta Korea, dan juga berhasil memecahkan soal diferensial yang amat rumit dan soal integral kalkulus. Dia tidak pernah menjalani kehidupan normal - kehidupan di mana dia belajar di sekolah menengah dan kemudian sekolah menengah dan kemudian lulus untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Hidup hanya bergerak terlalu cepat dan semua pujian dari orang-orang di sekitarnya membuatnya berpikir dia melakukan hal yang benar. Dan orang-orang yang sama menyalakannya ketika dia kembali seolah-olah mereka memiliki suara dalam apa yang harus dia lakukan dalam hidup."Orang-orang terlalu menekankan IQ.", Kata Kim.IQ tidak mahakuasa, dan kisah Kim membuktikannya. Ini hanyalah bakat lain seperti menjadi sangat baik dalam olahraga atau musik. Dan bukan apa-apa tanpa kebijaksanaan, yang perlahan-lahan dikumpulkan Kim sepanjang hidupnya. Semua dikatakan dan dilakukan, dia pasti akan menjadi profesor yang brilian, yang tahu bagaimana menangani siswa berbakat dan bermasalah.


Kim Ung-Yong (kiri masa kecil dan kanan sekarang)



8. Christopher Hirata
   (IQ : 225)
  Ia adalah seorang ahli kosmologi (astrofisikawan). Dengan IQ sebesar 225, ia sudah dipanggil ke perusahaan Caltech pada saat usianya baru 14 tahun. Dan di usia 16 tahun, ia ditarik NASA untuk mengerjakan proyek kolonisasi Planet Mars. Hirata adalah dua dari 96 peneliti Presiden Obama dan penerima Awal Presiden Choice Karir untuk ilmuwan dan kehormatan tertinggi Engineers-the diberikan oleh Pemerintah AS untuk ilmu pengetahuan dan rekayasa profesional di tahap awal mereka karier penelitian. Di Caltech, ia merenungkan cara terbaik untuk mengirim manusia ke Mars. Tetapi ketika dia tiba di Princeton pada tahun 2001 untuk mengikuti program doktoral, rasa penasarannya menetap lebih jauh di luar tata surya. Sloan Digital Sky Survey membuat peta galaksi 3-D, dan Wilkinson Microwave Anisotropy Probe berjanji untuk memberikan "gambar bayi" alam semesta dengan memetakan cahayanya yang tertua. Ph.D. yang berusia 18 tahun siswa ingin membuat perbedaan dalam memahami bagaimana alam semesta berevolusi. Saat ini,
Hirata bekerja untuk mengukur efek energi gelap, kekuatan tak terlihat yang memperluas ruang kosong antara kelompok galaksi dengan kecepatan yang semakin cepat, dengan diam-diam menentang gravitasi. Jika dominasi energi gelap dari alam semesta berlanjut tanpa terkekang, lebih dari miliaran tahun setiap galaksi akan terdorong keluar ke "lautan ketiadaan," kata Hirata. Akhirnya, mungkin bahkan partikel yang membentuk dunia kita akan saling menjauh.Tetapi apakah teori itu benar? Teleskop masa depan dapat membantu kita mencari tahu, kata Hirata, dan "jika demikian, kita akan dipaksa untuk menghadapi implikasi filosofis yang tersirat tentang masa depan kita."

Chris Hirata


9. Terence Tao
   (IQ : 225-230)
   Seorang Ahli Matematika Jenius berkebangsaan Australia.  Ia adalah dosen di University of California.Di usia 2 tahun, usia yang menurut sebagian orang tua masih masa pertumbuhan, Tao sudah bisa melakukan penghitungan Matematika dasar. Di usia 9 tahun dia sudah belajar matematika sekelas universitas, sebelum akhirnya resmi meraih gelar Ph.D di usia 20 tahun. Tingkat IQ Tao berada di atas rata-rata, yakni 230."Kebanyakan orang, dihadapkan dengan masalah matematika, akan mencoba menyelesaikan masalah secara langsung," katanya. "Bahkan jika mereka mendapatkannya, mereka mungkin tidak mengerti persis apa yang mereka lakukan. Sebelum saya mencari tahu detailnya, saya mengerjakan strategi. Setelah Anda memiliki strategi, masalah yang sangat rumit dapat dipecah menjadi banyak masalah kecil. Saya tidak pernah benar-benar puas dengan hanya menyelesaikan masalah. Saya ingin melihat apa yang terjadi jika saya melakukan beberapa perubahan; apakah masih akan bekerja? Jika Anda cukup bereksperimen, Anda mendapatkan pemahaman yang lebih dalam. Setelah beberapa saat, ketika sesuatu yang serupa muncul, Anda mendapatkan gagasan tentang apa yang berhasil dan apa yang tidak berhasil. Akankah Tao menjadi ahli matematika yang lebih baik lagi dalam satu dekade ke depan?. "Pengalaman banyak membantu," katanya. “Saya mungkin sedikit lebih lambat, tetapi saya akan memiliki akses ke basis data trik yang lebih besar. Saya akan lebih tahu apa yang akan berhasil dan apa yang tidak. Saya akan lebih sering 'deja vu', melihat masalah yang mengingatkan saya pada sesuatu. ". Jika diartikan secara harfiah maksudnya adalah "pernah dilihat" lebih jelasya adalah femomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.

Terence Tao


10. William James Sidis
    (IQ : 250-300)
   Seorang manusia paling jenius yang pernah ada di Bumi ini. Orang paling jenius dalam sejarah. Kejeniusannya sesungguhnya tidak kurang dari Einstein, Edison, Mozart, Da Vinci dan lainnya.
William James Sidis lahir dari imigran Ukraina Yahudi pada 1 April 1898, di New York City. Ayahnya Boris Sidis, Ph.D., M.D., telah beremigrasi pada tahun 1887 untuk menghindari penganiayaan politik. Ibunya Sarah Mandelbaum Sidis, M.D., dan keluarganya telah melarikan diri dari pogrom pada tahun 1889. Sarah bersekolah di Universitas Boston dan lulus dari Fakultas Kedokteran pada tahun 1897.William dinamai ayah baptisnya, teman dan kolega Boris, filsuf Amerika William James. Boris meraih gelar sarjana di Universitas Harvard, dan mengajar psikologi di sana. Dia adalah seorang psikiater, dan menerbitkan banyak buku dan artikel, melakukan pekerjaan perintis dalam psikologi abnormal.
    Ia memiliki banyak minat di berbagai bidang pengetahuan (kedokteran, matematika, astronomi, hukum, mesin, sipil, bahasa dll. Ia telah menjadi obyek dari eksperimen Boris Sidis sang ayah yang seorang psikolog. Masuk Harvard ketika masih berumur 11 tahun untuk belajar matematika. Pada umur 2 tahun ia sudah terbiasa membaca New York Times dipagi hari. Ia juga mampu menulis buku tentang anatomi dan astronomi ketika masih berusia 8 tahun. Meninggal di usia 46 tahun karena pendarahan di otak dan sayangnya Ia belum banyak menyumbangkan ilmunya untuk kemaslahatan umat manusia.
 William James Sidis

    Demikianlah postingan untuk saat ini, tentang IQ dan orang-orang mempunyai IQ tertinggi di dunia. Semoga bermanfaat.